Pertama dalam Sejarah, Wanita Transjender Pidato di Panggung Konvensi

Author : Administrator | Friday, July 29, 2016 08:51 WIB

AFP PHOTO

Sarah McBride

 

PHILADELPHIA, KOMPAS.com -Sarah McBride, mencatat sejarah dengan menjadi kaum transjender pertama yang menyampaikan pidato di ajang konvensi nasional Partai Demokrat di Amerika Serikat, Kamis atau Jumat WIB (29/7/2016).

Dalam pidatonya, dia menyebutkan bahwa kandidat Presiden AS Hillary Clinton sangat mengetahui pentingnya perjuangan untuk mencapai kesetaraan.

"Nama saya Sarah McBride dan saya bangga menjadi transjender di AS," seru dia sambil disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang memadati hari terakhir konvensi yang digelar di Philadelphia itu.

"Hillary Clinton sangat memahami pentingnya perjuangan kita (transjender)," kata dia.

"Dia akan bekerja untuk kita dan meloloskan undang-undang tentang persamaan hak, demi mengatasi kekerasan terhadap kaum transjender, dan sekaligus menyelesaikan persoalan penyebaran HIV/AIDS, sekali untuk semua," tegas dia.

Isu ini telah menjadi perhatian besar di sejumlah negara bagian di AS, termasuk di Carolina Utara.

Kondisi tersebut mendorong anggota parlemen untuk membuka pemikiran apakah masyarakat atau lembaga bisa melarang kaum transgender menggunakan kamar mandi sesuai identitas jender mereka?

Pada bulan Juni lalu, setelah melalui pembahasan panjang,Pentagon mengakhiri larangan bagi kaum transjender untuk mengabdi di lembaga militer AS. 


"Meskipun sudah ada kemajuan, tapi masih banyak hal yang perlu diperjuangkan," kata McBride.

McBride menjadi wanita transjender ketika dia masih aktif sebagai presiden di perguruan tinggi tempat dia belajar. 

"Hari ini, kaum LGBT di AS masih menjadi target kebencian yang mengendap baik di aturan maupun hati warga. Namun saya percaya, esok segala hal itu pasti akan berubah," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, McBride dipanggil ke panggung konvensi oleh Sean Patrick Maloney, seorang anggota DPR AS yang secara terbuka mengaku dirinya gay.  

"Anda tahu? Adalah suatu hal yang indah jika negara kita memahami kita dan ketika hak-hak dasar kita dan juga keluarga kita, ada di tempatnya," ungkap Maloney.

"Trump, tidak peduli dengan keluarga, dia pun menentang pernikahan sejenis, sungguh dia ingin kita kembali ke masa lalu," ungkap dia menyindir sikap calon Presiden Partai Republik Donald Trump.  

Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1