Perbedaan Pendapatan di Spanyol Semakin Terlihat Jelas

Author : Administrator | Thursday, March 21, 2013 12:28 WIB
Ilustrasi properti di Spanyol

MADRID — Krisis yang sedang terjadi di Spanyol membuat banyak perubahan dalam kehidupan rakyatnya. Selisih pendapatan antara orang paling kaya dan orang paling miskin di Spanyol melebar hingga 30 persen sejak tahun 2006. Hal itu terjadi karena penurunan ekonomi.

Demikian laporan dari Caritas yang dipublikasikan di Madrid, Rabu (20/3/2013). Penurunan gaji, pemangkasan tunjangan sosial pemerintah, serta tingginya angka pengangguran yang saat ini mencapai 26 persen merupakan faktor-faktor yang semakin memperlebar jurang perbedaan tersebut.

Perbedaan ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara Uni Eropa. "Besarnya ketimpangan sosial semakin memecah masyarakat. Semakin lama semakin sulit bagi orang miskin untuk keluar dari kesulitan sosial," ujar Sebastian Mora, Sekjen Caritas.

"Erosi kebijakan sosial telah berdampak besar pada kelompok masyarakat yang paling rentan," tambahnya lagi.

Spanyol mengalami dobel resesi dan hampir belum pulih dari bubble properti pada tahun 2008. Pemerintah Spanyol memberlakukan pengetatan anggaran terbesar sejak negara itu kembali ke demokrasi setelah meninggalnya diktator Francisco Franco pada tahun 1975.

Rata-rata pendapatan untuk 20 persen orang terkaya di Spanyol tujuh kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pendapatan 20 orang termiskin.

Jumlah keluarga yang tidak memiliki sumber pendapatan melonjak dari 300.000 tahun 2007 menjadi 630.000 tahun 2012. Sementara persentase orang yang mampu membayar biaya tidak terduga naik pada periode yang sama dari 30 persen menjadi 44,5 persen.

Rata-rata pendapatan per tahun di Spanyol turun 4 persen antara tahun 2007 dan 2012 yang sekitar 18.500 euro atau Rp 232 juta.

Harvested from: http://internasional.kompas.com
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1