Menuntut Gaji Pekerja Sebesar Neymar, Replika Trofi Piala Dunia Pun Dibakar

Author : Administrator | Tuesday, June 24, 2014 09:39 WIB
Foto yang direkam anak-anak dalam proyek fotografi yng dikelola AFP untuk anak kawasan kumuh Cidade de Deus. Kaki seorang anak mengenakan sepatu sepak bola di Cidade de Deus (Kota Tuhan), Rio de Janeiro, Brasil, 31 Maret 2014.

BRASILIA, KOMPAS.com — Saat para pemain tim nasional Brasil bertanding melawan Kamerun, pengunjuk rasa Brasil kembali menggelar demonstrasi dengan membakar replika trofi Piala Dunia, Senin (23/6/2014). Mereka menuntut peningkatan alokasi anggaran untuk kesehatan dan pendidikan di Brasil serta pendapatan pekerja setinggi bayaran Neymar.

Unjuk rasa ini berlangsung di Brasilia, kota yang sama tempat tim nasional Brasil berlaga, dan di Sao Paulo. "Saya ingin melihat seorang pekerja mendapatkan gaji yang sama dengan Neymar," kata salah satu peserta unjuk rasa yang berbaris dari stasiun bus ke stadion tempat Neymar dan kawan-kawannya kemudian memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2014.

Replika piala emas ajang empat tahunan yang diharapkan Brasil bisa direbut untuk keenam kalinya dibakar dalam demonstrasi di Brasilia ini. Pengawalan oleh polisi bersenjata lengkap pun membatasi ketat ruang gerak para demonstran.

Di Sao Paulo, 200 pengunjuk rasa dikawal 200 polisi dari pasukan antihuru-hara, baik yang berjalan kaki maupun berkuda. Di kota ini pengunjung rasa berjalan kaki sampai ke pusat ekonomi di ruas Paulista Avenue, sekitar 25 kilometer dari stadion tempat laga Belanda melawan Cile yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Belanda.

Para pengunjuk rasa memajang spanduk merah bertuliskan, "No to repression". "Tidak banyak pengunjuk rasa karena represi polisi pada hari pertama Piala Dunia," kata Rodrigo Antonio (36), salah satu pengunjuk rasa, mengacu pada penggunaan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet oleh polisi saat membubarkan demonstrasi pada 12 Juni 2014, bersamaan dengan hari pembukaan Piala Dunia 2014 di Sao Paulo.

Ratusan ribu warga Brasil turun ke jalan, tahun lalu, menuntut alokasi anggaran yang lebih besar untuk infrastruktur dan program sosial. Demonstrasi tersebut meletus berbarengan dengan penyelenggaraan Piala Konfederasi yang juga berlangsung di Brasil, semacam geladi resik penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Selama Piala Dunia 2014, demonstrasi tetap berlangsung, tetapi dengan jumlah orang yang lebih sedikit, di kisaran ratusan orang saja.

Harvested from: http://internasional.kompas.com/read/2014/06/24/0851318/Menuntut.Gaji.Pekerja.Sebesar.Neymar.Replika.Trofi.Piala.Dunia.Pun.Dibakar
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1