Mengapa Kazakhstan Pindahkan Ibukota ke Astana

Author : Administrator | Monday, September 09, 2013 09:23 WIB

 Patung pahlawan nasional Kazakhstan

Patung pahlawan nasional Kazakhstan

 

VIVAnews - Keberhasilan Kazakhstan memindahkan ibukota memikat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkunjung ke sana pekan lalu. Presiden sampai menyatakan, ibukota baru Kazakhstan, Astana, tersebut memiliki arsitektur yang luar biasa, teratur dan desain yang bagus, dan akhirnya berperan sebagai ibukota yang ideal bagi sebuah negara.

Astana sendiri baru belasan tahun difungsikan sebagai ibukota. Sebelumnya, ada kota kecil bernama Aqmola di sana. Adalah Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, yang berinisiatif memindahkan ibukota dari Almaty ke sana.

Menurut Nazarbayev, Astana tidak muncul dari angan-angan. Dulu, di sana, menurut Nazarbayev dalam bukunya yang berjudul "Di Tengah Eurasia", terdapat sebuah ibukota kuno yang merupakan perlintasan Jalur Sutra. Terdapat dulu kota kecil bernama Bozok, yang kini berjarak 5 kilometer dari pusat Astana.

Di awal abad 19, berkembanglah kota Aqmola yang masa itu dinamakan Akmolinsk, sebuah pusat bisnis dan ekonomi di kawasan Asia Tengah. Populasi diperkirakan ribuan orang.

Pertengahan abad 20, ketika Kazakhstan bagian dari Uni Soviet, kota itu bernama Tselinograd. Desember 1960, terdapat 100 ribu orang di sana. Baru tahun 1992, namanya kembali jadi Aqmola dan Mei 1998 menjadi Astana.

Menurut laman resmi Ibukota Astana, pemindahan ibukota dari Almaty karena beberapa alasan. Almaty terletak di pojok tenggara negeri dengan populasi lebih dari 1,5 juta orang. Perkembangan urban di Almaty tidak memungkinkan untuk pengembangan kota. Almaty memiliki problem lingkungan jika dikembangkan lebih jauh.

Lalu mengapa pindah ke Astana? Presiden Kazakhstan sendiri menyebut, ada 32 faktor mengapa Astana atau sebelumnya bernama Akmola yang dipilih, antara lain faktor sosial-ekonomi, cuaca, bentang alam, kondisi seismik, lingkungan, infrastruktur transportasi, fasilitas jasa konstruksi dan sumber daya manusia.

Namun, faktor utama adalah, negeri terjepit di antara benua Asia dan Eropa ini membutuhkan simbol nasional baru. Sebuah ibukota baru, sebuah kota di abad 21, yang menggambarkan semangat penciptaan, inovasi dan peran Kazakhstan sebagai tempat timur dan barat bertemu.

Dan tahun 1999, ibukota ini meraih anugerah "Kota Perdamaian" dari UNESCO, sebuah tanda keberhasilan sosial dan ekonomi, hanya dua tahun setelah dia resmi jadi ibukota baru. Menurut UNESCO, Astana menjadi simbol cerah dari kemerdekaan Kazakhstan.

Dan kini, setelah 15 tahun jadi ibukota, Astana memang kota terbesar kedua di Kazakhstan dalam hal populasi, namun kota utama untuk kehidupan sosial dan kebudayaan negeri itu. Astana adalah kebanggaan Republik Kazakhstan, kata sang presiden. (eh)

 

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/442524-mengapa-kazakhstan-pindahkan-ibukota-ke-astana
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1