Lima Negara yang Paling Menderita Akibat Terorisme

Author : Administrator | Thursday, March 24, 2016 10:48 WIB
Ilustrasi. Negara rawan perang. (Foto: Getty Images)
Ilustrasi. Negara rawan perang. (Foto: Getty Images)

 

BELGIA bukan satu-satunya negara di dunia yang menderita akibat serangan terorisme. Demikian faktanya, tanpa mengurangi rasa hormat atas jumlah korban dan duka mendalam yang baru saja dirasakan oleh para keluarga yang ditingggalkan.

Jika diukur berdasarkan jumlah korban, lama serangan dan intensitas kegiatan militan dan pertumbuhan ekstremismenya, negara-negara di Eropa bukanlah yang paling menderita.

Sebagaimana akan diulas Okezone, lima negara di bawah ini menduduki peringkat tertinggi sebagai negara yang paling menderita akibat serangkaian terorisme menurut Indeks Terorisme Global (GTI) 2015.

5. Suriah

Meski banyak serangan terorisme berpusat di negara pimpinan Presiden Bashar al Assad ini, faktanya Indeks Terorisme Global 2015 menempatkan Suriah sebagai negara kelima yang paling terdampak teror.

Dengan perolehan indeks pada poin 8,11, warga Suriah terbilang paling menderita dilihat dari sederet fakta, antara lain adanya markas terbesar ISIS di Kota Raqqa, perebutan kekuasaan antara ISIS dan pasukan pemerintah, serta pasukan pemerintah versus pemberontak Rezim Assad.

Belum terhitung penggempuran besar-besaran pasukan koalisi anti teror pimpinan Amerika Serikat ke Suriah, terjunnya rudal-rudal dari pesawat tempur Rusia. Ditambah dengan penyiksaan dan penumpasan etnis Yazidi besar-besaran di negara Timur Tengah itu. Para perempuan dijadikan budak seks, sementara anak laki-laki direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri.

Ledakan dan suara tembakan bagai makanan sehari-hari, menyebabkan ratusan ribu penduduk asli mengungsi ke Eropa dan sejumlah negara terdekat lain, yang bisa mereka capai.

4. Pakistan

Mengaku sebagai negara yang sudah berhasil memukul mundur bibit terorisme dan ekstremismenya, Pakistan menduduki posisi keempat dari 50 negara yang dinilai GTI sebagai negara paling menderita akibat terorisme.

Pergerakan kelompok Taliban menjadi faktor utama serangan teror di negara Asia Selatan ini. Terhitung sejak pertama kali menancapkan cakarnya pada 2007, lebih dari 2000 orang tewas dan kebanyakan dari mereka adalah penduduk sipil.

Terakhir, beredar kabar ISIS pun mulai melebarkan sayapnya ke negara yang baru saja merayakan kemerdekaan ke-69 atas penjajahan Inggris ini. Namun isu itu segera ditepis Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Akan tetapi, bom mobil dan serangkaian bom bunuh diri masih merebak di negara ini. Seminggu lalu, bom meledak di Pasar Peshawar, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Ledakan berasal dari bus yang ditumpangi 50 pegawai pemerintah.

3. Nigeria

Seperti pernah diulas Okezone sebelumnya, kekejaman Boko Haram di Nigeria seolah tiada tanding tiada banding. Sesuai namanya yang berarti anti barat, kelompok teroris yang kini berafiliasi dengan ISIS ini menginginkan Nigeria menjadi negara Islam.

Mereka pun melancarkan serangan bertubi-tubi, setiap hari setiap waktu ke gedung-gedung pemerintahan, menjarah ketenangan warga sipil, membunuh tanpa pandang bulu, mengebom, memerkosa dan membakar anak kecil hidup-hidup.

Tidak hanya di Nigeria, teror Boko Haram mewabah hingga ke Kamerun, Chad, Niger Selatan dan kawasan lain di Afrika.

Berdasarkan data yang dirilis PBB per 9 Maret 2016, sedikitnya 2,3 juta orang di Chad dan Niger terpaksa kehilangan rumah mereka dan lebih dari 5,6 juta orang kelaparan.

2. Afghanistan

Senasib dengan Pakistan, kelompok terorisme yang tumbuh subur di Afghanistan adalah Taliban. Pada masa Osama bin Laden hidup, Al-Qaeda pun pernah mengacau di negeri beribukota Kabul ini.

Serangkaian aksi bom bunuh diri dan kekerasan yang dilancarkan kedua kelompok teroris tersebut telah secara konsisten meningkat di atas seratus persen setiap tahunnya hingga 2015.

Lebih dari 300 ribu orang terampas tempat bernaungnya, mengungsi ke negara lain melalui jalur laut dengan perahu seadanya, yang jelas sangat berbahaya. Belum lagi harus menampung pengungsi dari negara tetangganya, Pakistan yang juga didera konflik yang sama.

1. Irak

Dampak terorisme di Irak terbilang paling besar karena negara ini layaknya medan perang antara dua faksi besar militan yakni Al Qaeda dan pembangkangnya ISIS. Kondisi yang tidak lepas dari invasi besar-besaran Amerika Serikat terhadap Irak pada 2003, yang menelan korban jiwa hingga lebih dari 1,4 juta.

Setali tiga uang dengan keempat negara lain, bom meledak di pinggir jalan, di dekat gedung-gedung pemerintahan, bom mobil, bom bunuh diri. Semua itu menjadi konsumsi sehari-hari dan rutinitas yang seolah tiada akhir.

Berdasarkan pantauan tiga data statistik terakhir di GTI, yakni dari 2013-2015. Kelima negara di atas secara konsisten selalu berada di urutan lima terbesar. Dan disadari atau tidak, negara-negara dengan dampak terorisme paling masif dan menyeluruh itu terjadi di negara yang justru dipadati oleh penduduk Islam.

Bukan negara-negara barat dan lainnya, di mana pemeluk agama Islam merupakan kaum minoritas. Fakta di atas secara tidak langsung menunjukkan, umat Islam juga penerima dampak ancaman terorisme terbesar.

 


 

 


Harvested from: http://news.okezone.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1