Korea Utara Bikin Dunia Penasaran

Author : Administrator | Monday, April 15, 2013 12:24 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan jajarannya

PYONGYANG  -  Semua mata hari ini, Senin (15/4), tertuju ke Korea Utara (Korut) untuk melihat apakah negara itu menandai ulang tahun mendiang pendirinya, Kim Il-sung, dengan peluncuran rudal. Korut punya kebiasaan menghubungkan uji coba perangkat militer tingkat tinggi dengan tanggal-tanggal penting dalam kalender tahunan. Peringatan 100 tahun kelahiran Kim tahun lalu didahului uji coba roket jarak jauh yang berakhir dengan kegagalan.

Pihak intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan, dalam seminggu terakhir Korut telah menyiagakan dua rudal jarak menengah dan siap menembakkannya. Para pengamat menyebut, peringatan ulah tahun Kim Il-sung yang jatuh pada hari ini kemungkinan sebagai tanggal peluncuran rudal-rudal itu.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, yang saat ini berada di Jepang dalam rangkaian turnya ke Asia Timur Laut, memperingatkan Korut ketika ia berada di Seoul hari Jumat bahwa peluncuran dalam iklim seperti saat ini akan menjadi sebuah "kesalahan besar".

Semenanjung Korea telah berada dalam ketegangan militer yang meningkat sejak Korut melakukan uji coba nuklir ketiga pada Februari lalu. Marah dengan sanksi baru PBB dan latihan bersama militer Korsel-AS, Pyongyang pun menghabiskan beberapa minggu terakhir dengan melontarkan ancaman serangan rudal dan perang nuklir.

Selama kunjungannya di Seoul, Beijing dan Tokyo, Kerry berbicara keras tentang retorika Korut yang "tidak dapat diterima" itu. Namun ia juga berusaha untuk menurunkan suhu dengan mendukung dialog dengan Pyongyang dan mengatakan ia akan siap untuk mendekati Korut. Kerry juga mendesak pemimpin Korut, Kim Jong-un, untuk memimpin negaranya kembali ke perundingan. "Kami siap untuk mendekati (Korut), tetapi kami perlu saat yang tepat, kondisi yang tepat," kata Kerry, Minggu.

Di Seoul, Kerry menyampaikan dukungan Washington terhadap proposal perdamaian yang dibuat presiden baru Korsel, Park Geun-hye, yang dalam beberapa hari terakhir telah mengisyaratkan perlunya membuka dialog dan "mendengarkan apa yang Korea Utara pikirkan". Namun Korut langsung menanggapi proposal itu dengan negatif. Seorang juru bicara Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Korea menyatakan, tawaran dialog itu adalah taktik "licik".

Perayaan hari Senin ini di Pyongyang akan sarat dengan aroma bela diri, dengan parade militer besar yang digunakan Korut untuk menampilkan persenjataan kepada dunia. Rudal-rudal yang dimobilisasikan Korut dilaporkan merupakan rudal jenis Musudan yang belum diuji coba dan punya jangkauan mencapai 4.000 kilometer. Dengan daya jangkau seperti itu, rudal tersebut bisa mencapai sasaran di Korsel, Jepang, dan bahkan mungkin pangkalan militer AS di Guam, sebuah pulau yang merupakan teretori AS di Pasifik.

Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1