Komunikasi dengan Keluarga WNI yang Disandera, Menlu Tunjuk Perantara

Author : Administrator | Tuesday, April 05, 2016 14:53 WIB
Menlu Retno LP Marsudi pada konferesi pers di Gedung Kementerian Luar Negeri RI (Foto: Emirald Julio)
Menlu Retno LP Marsudi pada konferesi pers di Gedung Kementerian Luar Negeri RI (Foto: Emirald Julio)

 

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi mengatakan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, telah menunjuk dua orang Liaison Officer(LO) sebagai utusan Kemlu.

LO tersebut menjadi pihak perantara penghubung Kemlu dengan pihak keluarga korban penculikan kelompok Abu Sayyaf.

Saat ini keadaan dari 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok militan radikal Abu Sayyaf masih belum diketahui dengan jelas nasibnya.

Namun, pemerintah RI melalui Menlu Retno mengatakan terus melakukan komunikasi intens dengan pemerintah Filipina untuk membahas usaha pembebasan para WNI.

“Sesuai dengan instruksi Presiden RI, saya telah melakukan kunjungan ke Filipina pada tanggal 1 dan 2 April 2016. Selama kunjungan saya diterima langsung dengan Presiden Filipina dan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Menlu dan Panglima angkatan bersenjata (Filipina),” kata Menlu Retno di Konferensi Pers yang diadakan di Kemlu RI, pada Selasa (5/4/2016).

“Tujuan pertemuan itu untuk mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan sandera WNI,” papar Menlu Retno.

Terdapat hal penting yang juga dibahas oleh Menlu Retno pada konferensi pers tersebut, di mana ia mengatakan pihak Kemlu sudah menunjuk LO untuk menjadi perantara pemerintah RI dengan para keluarga korban.

“Kemlu telah menunjuk dua LO untuk berhubungan dengan keluarga. Sejauh ini sudah dua kali terjalin komunikasi (antara LO) dengan keluarga dari 10 ABK (WNI yang disandera) yaitu pada Rabu lalu dan Senin kemarin,” tambah Menlu Retno.

LO di sini berperan penting karena dari kedua orang inilah pihak keluarga dapat mengetahui perkembangan kasus penyanderaan ini. Tanpa perantara LO, maka keluarga juga akan mengalami kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan pihak Kemlu.

Harvested from: http://news.okezone.com/internasional
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1