Kisruh Dokumen 9/11, Obama Kunjungi Arab Saudi

Author : Administrator | Tuesday, April 19, 2016 07:26 WIB
Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: Jim Young/Reuters)
Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: Jim Young/Reuters)

 

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama segera terbang menuju Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman dan beberapa petinggi lainnya. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah adanya kisruh antara kedua negara mengenai dokumen serangan teror 9/11.

Sebagaimana diberitakan, Kongres Negeri Paman Sam mendesak pembukaan dokumen serangan teror ke World Trade Centre (WTC) di New York pada 11 September 2001 itu. Laporan setebal 800 halaman tersebut mengungkapkan adanya keterlibatan pemerintah, orang kaya, dan badan amal Arab Saudi dalam jaringan yang melakukan serangan teror.

Sebanyak 15 dari 19 pembajak pesawat yang menabrak WTC merupakan warga negara Arab Saudi. Selama ini kekebalan yang dimiliki Arab Saudi membuat mereka tidak dapat dituntut.

Namun, Arab Saudi melalui Menteri Luar Negeri Adel al Jubeir mengancam akan menjual aset AS bernilai miliaran dolar jika Kongres mengesahkan undang-undang (UU) yang dapat menjadikan Saudi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan 9/11.

Gedung Putih memastikan Obama akan memveto UU tersebut. Namun, atase pers Gedung Putih menampik campur tangan presiden itu karena adanya ancaman dari Saudi. “Kekhawatiran kami mengenai UU itu bukanlah demi hubungan dengan negara tertentu,” ujar atase pers Gedung Putih, Josh Earnest, sebagaimana dilansir Telegraph, Selasa (19/4/2016).

“Kekhawatiran kami adalah UU itu bisa membuat AS, pembayar pajak, diplomat, dan tentara kami berada dalam bahaya besar jika diadopsi oleh negara lain,” imbuhnya.


 

Harvested from: http://news.okezone.com/internasional
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1