Jelang Olimpiade Sochi, Putin Longgarkan Larangan Berdemo

Author : Administrator | Monday, January 06, 2014 09:26 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

 

VIVAnews - Satu bulan menjelang Olimpiade musim dingin di Kota Sochi, Presiden Rusia, Vladimir Putin, membatalkan larangan berunjuk rasa. Para pendemo bisa beraksi kala pagelaran olahraga itu berlangsung, tapi dengan izin polisi. 

Dikutip dari laman RIA Novosti, Minggu 5 Januari 2014, penyelenggara demonstrasi harus menyertakan sejumlah informasi saat meminta izin ke polisi, seperti: jumlah peserta demonstrasi, lokasi atau rute aksi unjuk rasa, dan lama aksi demo digelar. Menurut pernyataan yang dikeluarkan Istana Kremlin, periode dibolehkan berunjuk rasa mulai 7 Januari hingga 21 Maret 2014. 

Sementara itu, penyelenggaraan Olimpiade musim dingin akan berlangsung selama lima pekan. Upacara pembukaan akan digelar pada 7 Februari 2014, sedangkan pagelaran paralympic akan ditutup 16 Maret mendatang. 

Menurut Juru Bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov, pada praktiknya nanti panitia lokal akan bekerja sama dengan otoritas setempat dan pemerintah kota untuk memilih sebuah lapangan yang dapat dijadikan lokasi unjuk rasa secara bebas.

Peskov menambahkan, penyelenggara demonstrasi harus mengantongi izin dari pejabat Olimpiade Sochi, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Rusia, dan keamanan setempat. 

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyambut baik keputusan tersebut. Menurut perwakilan IOC, keputusan yang dibuat Putin sejalan dengan jaminan yang disampaikannya dan otoritas Rusia tahun lalu. 

"Saat itu, Pemerintah Rusia akan memastikan tetap ada kebebasan berekspresi selama pertandingan berlangsung. Pagelaran Olimpiade pun dijamin berjalan lancar dan aman," ungkap perwakilan IOC kepada kantor berita Reuters. 

Keputusan Putin merupakan kebalikan dari dekritnya pada Agustus 2013. Saat itu, dia memberlakukan larangan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan publik, apabila tidak terkait dengan Olimpiade Sochi. Larangan itu berlaku selama penyelenggaraan Olimpiade berlangsung.

Akibat keputusan tersebut, Putin menuai berbagai kritik dan kecaman dari para aktivis. Mereka menyebut Putin sengaja membatasi kebebasan berekspresi. 

Tidak ada yang tahu alasan di balik kebijakan soal demo selama penyelenggaraan Olimpiade Sochi itu. Namun, keputusan itu diambil setelah terjadinya dua bom bunuh diri di kota Volgograd. Padahal, kota tersebut berjarak sekitar 643 kilometer dari resort Sochi. Akibat bom bunuh diri itu, sebanyak 34 orang tewas dan melukai 60 warga lainnya. 

Sebelumnya, pada Jumat, 3 Januari 2014, Putin bersama Perdana Menteri Dmitry Medvedev, tiba di kota Sochi untuk inspeksi persiapan terakhir jelang Olimpiade. Untuk mengantisipasi terjadinya serangan teror lanjutan, Putin mengerahkan 30 ribu polisi dan tentara.

Personel militer itu turut didukung alutsista lengkap seperti rudal anti pesawat, kapal perang, dan pesawat militer. (art)

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1