Jacqueline Dwyer Lulus S-2 pada Usia 90 Tahun

Author : Administrator | Thursday, December 17, 2015 07:42 WIB
Jacqueline Dwyer lulus S2 di usia 90 tahun

 

KOMPAS.com — Tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Jacqueline Dwyer mendapat gelar master of philosophy dari Australian National University (ANU) di Canberra pada usia 90 tahun.
Jacqueline hadir dalam wisuda pada Selasa (15/12/2015), 30 tahun setelah salah seorang putranya juga lulus dari ANU.
Dwyer lulus dari Fakultas Seni dan Ilmu Sosial.
Dalam rilis yang dikeluarkan ANU, Dwyer mengatakan bahwa hal yang paling disukainya selama menjadi mahasiswa adalah stimulasi mental yang dijalankannya.
"Dalam usia tua, kita memerlukan hal tersebut. Kalau tidak, otak kita akan mengecil," katanya.
Perjalanan untuk studi S-2 tersebut muncul ketika Jacqueline, yang menulis sebuah buku pada tahun 1998 mengenai migrasi yang dilakukan keluarganya dari Perancis ke Australia pada abad ke-19, mendapat perhatian dari seorang mahasiswa PhD dari ANU.
"Seorang mahasiswa yang tidak saya ketahui sebelumnya, yang sedang menulis disertasi PhD di ANU, menulis surat dan mengatakan bahwa buku saya memperbincangkan satu masa sejarah yang menarik buatnya," kata Jacqueline.
Mereka kemudian bertemu. Jacqueline, yang ketika itu sudah berencana menulis buku kedua, merasa bahwa dia memerlukan studi tambahan.
"Kami kemudian berbicara lama, dan hasilnya, saya memutuskan untuk menjadi mahasiswa lagi. Saya akan menulis edisi kedua lebih baik bila saya memiliki disiplin sebagai seorang lulusan universitas."
Jacqueline mengatakan, bila tidak karena Perang Dunia II, dia mungkin sudah menjadi mahasiswa pada tahun 1940-an.
"Saya selalu memiliki ketertarikan akan bahasa Inggris dan sejarah, dan tidak melanjutkan sekolah karena waktu itu masa perang, dan sebagai warga, saya lebih terpanggil untuk melakukan sesuatu untuk membantu negara," katanya.
"Saya kemudian menjadi pekerja sosial, dan bekerja selama beberapa tahun, tetapi kemudian berhenti karena tidak cocok," lanjutnya.
Dengan bantuan keluarganya, Jacqueline sekarang akan memusatkan perhatian untuk menulis edisi kedua bukunya, dan memperdalam minatnya terhadap hubungan antara Perancis dan Australia.
Buku Jacqueline sebelumnya berjudul Flanders in Australia: a Personal History of Wool and War.

Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1