Iran Mutakhirkan Instalasi Nuklir, Barat Resah

Author : Administrator | Friday, February 22, 2013 16:24 WIB
Presiden Mahmoud Ahmadinejad memantau instalasi nuklir di Natanz (Reuters )

VIVAnews - Iran dilaporkan mulai memasang centrifuge baru, yang lebih cepat mengaya uranium di instalasi nuklirnya. Perkembangan ini langsung memicu keresahan negara-negara Barat, yang selama ini takut Iran membuat senjata nuklir.

Laporan itu disampaikan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Kamis, 21 Februari 2013, seperti dilansir kantor berita Reuters. IAEA menuliskan, Iran telah memasang sekitar 180 centrifuge tipe IR-2m mulai dipasang di fasilitas nuklir dekat kota Natanz.

Diperkirakan, Iran akan memperbarui lagi sekitar 3.000 centrifuges milik mereka. Centrifuge yang lebih cepat mengaya uranium ini akan menggantikan centrifuge IR-1 yang telah digunakan sejak tahun 1970an. Centrifuge yang baru belum dioperasikan.

Pemerintah negara-negara Barat kebakaran jenggot mendengar laporan IAEA ini. Pemerintah Amerika Serikat melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Victoria Nuland, mengatakan bahwa ini adalah satu lagi bentuk provokasi Iran.

Juru bicara Gedung Putih menimpalinya dengan mengatakan bahwa Iran akan menghadapi isolasi dan sanksi yang lebih parah dari komunitas internasional. Keprihatinan AS ini juga akan disampaikan pada perundingan antara Iran dengan beberapa negara di kota Almaty, Kazakhstan, 26 Februari pekan depan.

Kementerian Luar Negeri Inggris ikut resah dengan mengatakan bahwa laporan IAEA adalah hal yang sangat memprihatinkan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa, "temuan ini membuktikan bahwa Iran semakin bergerak menuju garis batas."

Ancaman Israel

"Garis batas" yang disebutkan Netanyahu adalah garis merah yang ditetapkannya sepihak pada sidang majelis umum PBB tahun lalu. Menurutnya, sambil membawa gambar ilustrasi, Iran sudah lebih dari separuh menuju produksi senjata nuklir.

Jika Iran telah melewati garis merah alias sudah final membuat bom atom, Israel menegaskan akan bertindak. Ancaman ini berkali-kali dilontarkan para pejabat Israel beberapa bulan terakhir.

Iran membantah seluruh tuduhan itu. Pemerintah di Teheran justru mengatakan bahwa gudang senjata nuklir Israel-lah yang sebenarnya menjadi ancaman dunia.

Utusan Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan bahwa "Tidak ada bukti sisa-sisa materi dan aktivitas nuklir yang mengarah pada tujuan militer." (ren)

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1