Draft Permintaan Abbas untuk Obama Bocor ke Media

Author : Administrator | Thursday, March 21, 2013 15:27 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden AS Barack Obama (Reuters/Kevin Lamarque)

Palestina - Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mendorong dilanjutkannya kembali perundingan damai dengan Israel saat bertemu  Presiden Barack Obama hari ini. Abbas disinyalir akan melunak dalam memberikan persyaratan dimulainya kembali perundingan tersebut.

Hal ini termaktub dalam bocoran dokumen draft poin-poin pembicaraan oleh Palestina untuk Abbas yang akan bertemu Obama di Ramallah, Tepi Barat. Rancangan tema pembicaraan ini dibuat oleh tim negosiasi konflik Palestina dan dikirimkan melalui email ke kantor berita New York Times, Rabu 20 Maret 2013.

Dalam rancangan pembicaraan yang ditulis oleh Wajeeha, asisten ketua negosiasi Palestina, Saeb Erekat, disebutkan Abbas tetap akan meminta Israel menghentikan pembangunan pemukiman.

Namun, hal ini boleh dilakukan diam-diam, tanpa publikasi di media massa seperti yang diminta sebelumnya. Ini demi dilanjutkannya kembali perundingan kedua negara yang mandek sejak 2010 lalu.

"Dia (PM Israel Benjamin Netanyahu) bisa berbicara secara rahasia padamu (Obama) bahwa akan menghentikan pembangunan pemukiman selama negosiasi berlangsung," tulis dokumen tersebut, menyiratkan apa yang akan dikatakan oleh Abbas.

Dalam poin penting lainnya yang akan dibicarakan Abbas dalam draft itu adalah meminta Obama mendesak Netanyahu menyepakati digunakannya peta perbatasan tahun 1967 sebagai landasan negosiasi.

"Saya harap kau bisa meminta Perdana Menteri Netanyahu untuk menyetujuinya. Dia tidak pernah menyetujuinya. Saya harap dia bisa meletakkan peta ini di meja perundingan seperti yang saya lakukan," bunyi kalimat yang akan diucapkan Abbas.

Autentisitas dokumen tersebut masih belum terbukti. Erekat saat dikonfirmasi mengatakan bahwa poin pembicaraan yang akan disampaikan Abbas masih belum rampung. Namun, seorang pejabat senior Palestina mengatakan isi dalam dokumen itu memang hal-hal yang ingin disampaikan Abbas.

Obama akan berangkat ke Ramallah dari Yerusalem pada Kamis pagi waktu setempat menggunakan Helikopter. Dia akan melihat langsung pagar dan dinding pembatas yang dibuat negara zionis untuk memisahkan Israel dengan Palestina.

Sebelumnya bersama Netanyahu, Obama melihat Iron Dome, tameng rudal pertahanan Israel. Dia juga mengunjungi Museum di Yerusalem untuk melihat Gulungan Laut Mati. Jumat, Obama akan berangkat ke Bethlehem untuk mengunjungi Gereja Kelahiran. Setelah itu, dia akan terbang ke Yordania, satu dari dua negara Arab -setelah Mesir- yang berdamai dengan Israel.

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1