China Membangun Kapal Induk Kedua

Author : Administrator | Monday, January 20, 2014 14:19 WIB
Seorang pelaut China sedang memantau situasi dari atas geladak kapal induk Liaoning dalam sebuah latihan pada Nomber lalu di Laut China Selatan.

 

BEIJING, KOMPAS.COM - China dikabarkan dalam proses pembuatan kapal induk kedua yang dijadwalkan akan selesai pada 2018. Menurut rencana, Angkatan Laut China akan memiliki hingga empat kapal induk dalam beberapa tahun ke depan.

Demikian dilaporkan sejumlah media di China dan Hongkong, Minggu (19/1). Menurut surat kabar Hongkong, South China Morning Post (SCMP), kabar mengenai pembangunan kapal induk kedua itu disampaikan pejabat Partai Komunis China di Provinsi Liaoning, China timur laut.

Dalam sebuah rapat panel kongres rakyat provinsi tersebut, Ketua PKC Liaoning Wang Min mengatakan, kapal induk kedua tersebut dalam proses pembuatan di galangan kapal di Dalian, kota pelabuhan utama di Provinsi Liaoning.

Sebelumnya, kapal induk pertama China, Liaoning, juga dikerjakan di galangan kapal tersebut. Liaoning adalah kapal induk era Uni Soviet yang dibeli China dari Ukraina pada 1998, kemudian dibangun kembali di Dalian.

Wang mengatakan, pembuatan kapal induk kedua tersebut dimulai segera setelah kapal Liaoning diserahkan kepada Angkatan Laut Tentara Pembebasan China (PLA) pada September 2012. Kapal kedua ini dijadwalkan selesai pada 2018.

Tokoh PKC tersebut mengatakan, pembuatan satu kapal induk membutuhkan waktu enam tahun. Ia menambahkan, AL China akan memiliki empat kapal induk.

Selain membuat kapal induk, lanjut Wang, galangan kapal Dalian saat ini juga sedang membuat dua kapal perusak Tipe 052D.

Menurut SCMP, pernyataan Wang ini merupakan konfirmasi pertama dari seorang pejabat tinggi China tentang pembuatan kapal induk kedua tersebut. Kabar bahwa China akan memiliki empat kapal induk pada tahun 2020 sudah beredar sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pihak Kementerian Pertahanan China tak pernah memberikan konfirmasi soal ini.

Kementerian Pertahanan China juga tidak memberikan jawaban saat dimintai komentar oleh kantor berita Reuters, Minggu.

Belakangan, sejumlah media China edisi daring yang memuat berita soal pernyataan Wang itu diketahui menghapus berita tersebut. Menurut SCMP, ada dua kemungkinan alasan pencabutan berita-berita itu.

Alasan pertama, Beijing ingin tetap menjaga proses pembuatan kapal-kapal induk itu tak mencolok. Alasan kedua, Wang dianggap tidak dalam posisi mengungkapkan hal itu kepada publik.

Pembangunan armada kapal induk, yang dikenal sebagai sarana proyeksi kekuatan militer, bisa dipandang sebagai kontradiksi dari pernyataan China selama ini bahwa pembangunan kekuatan militernya murni bertujuan defensif.

Terus terang

Sementara itu dari Tokyo, Jepang, dilaporkan, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kembali menyerukan perlunya pertemuan puncak antara dirinya dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

”Kita perlu menggelar pertemuan puncak ini dan berdiskusi secara terus terang,” kata Abe kepada stasiun televisi NHK, Minggu. Meski demikian, Abe menolak memberikan konsesi apa pun sebagai prasyarat pertemuan itu. (Reuters/AFP/DHF)

Harvested from: http://internasional.kompas.com
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1