Bangun Satu Pangkalan Kapal Lagi, China Terus Perkuat Kehadiran di Laut China Selatan

Author : Administrator | Tuesday, May 24, 2016 09:22 WIB
DPA/DWMiliter China telah menggunakan para nelayannya menjadi milisi dan mata-mata di Laut China Selatan.

 

BEIJING, KOMPAS.com -  Sebuah biro pemerintahan China berencana akan menempatkan satu pangkalan  kapal penyelamat di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan.

Media nasional China melaporkan hal itu pada Senin (23/5/2016), seperti dilaporkan Reuters. Tentu saja langkah China itu untuk terus memperkuat kehadirannya di Laut China Selatan.

Rencana itu muncul saat China terus bergerak untuk mengembangkan infrastruktur sipil dan militer di wilayah yang diperebutkan di Laut China Selatan, seperti dilaporkan China Daily, Senin.

Kapal itu, yang akan membawa sejumlah pesawat tanpa awak ataudrone, dan sejumlah robot bawah laut, dijadwalkan akan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini.

Penjelasan itu disampaikan Chen Xingguang, komisaris politik kapal itu, yang berada di bawah wewenang Biro Penyelamatan Laut China Selatan dari Kementerian Transportasi.

Biro sipil memiliki 31 unit kapal dan empat unit helikopter yang melakukan sejumlah misi penyelamatan di Laut China Selatan.

Para pejabat dari departemen itu mengatakan, mereka bekerjasama dengan pihak militer dalam kegiatan yang demikian

Pejabat mengatakan, pangkalan kapal penyelamat itu akan membuat pasukan penyelamat dapat memberikan bantuan kepada para kapal nelayan yang sedang dalam masalah, dan memperpendek jarak yang perlu mereka tempuh.

Masih belum jelas di pulau mana kapal itu akan ditempatkan. Namun Beijing telah melakukan reklamasi lahan dan pembangunan di sejumlah pulau di Kepulauan Spratly.

Kepulauan itu juga diklaim secara tumpang tindih oleh Filipina, Vietnam, Brunei,  Malaysia, dan Taiwan.

China mengklaim sebgian besar wilayah Laut China Selatan, yang dilewati oleh kapal-kapal perdagangan senilai lima triliun dolar AS tiap tahun.

Washington telah menuduh Beijing melakukan militerisasi Laut China Selatan setelah membangun sejumlah pulau buatan.

Beijing, sebagai balasannya, telah mengeritik soal meningkatnya patroli kelautan dan latihan militer AS di wilayah Asia.

China telah mengatakan, mereka berencana untuk terus membangun fasilitas sipil di wilayah itu untuk memberikan keuntungan bagi negaranya dan negara lain.

Hal yang sama pula dengan pembangunan "fasilitas militer yang diperlukan", kata harian China seperti dikutip kantor beritaAntara, Jakarta.

Para analis mengatakan, landasan pacu yang dibangun di formasi karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly dapat digunakan untuk menampung sejumlah pesawat sipil dan militer.

Dalam sebuah artikel terpisah, China Daily mengatakan, Beijing telah membangun dua unit mercusuar dan empat penanda di Kepulauan Paracel yang disengketakan.

Juga telah menempatkan empat pangkalan untuk komunikasi radio dan jaringan telepon genggam sipil. Hal itu memberikan "cakupan keseluruhan wilayah itu".

Surat kabar militer, People's Liberation Army Daily , mengatakan dalam situs resminya bahwa armada China di Laut China Selatan melaksanakan latihan militer.

Latihan itu  untuk meningkatkan kemampuan tempur di bagian barat Pasifik pada Sabtu, tanpa menyebutkan wilayah spesifiknya.

Editor : Pascal S Bin Saju
Sumber Reuters vb n
Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1