Australia Menggunakan Pembayaran Yuan dan Dolar

Author : Administrator | Monday, April 08, 2013 15:33 WIB
Uang kertas yuan yen dan dolar (REUTERS/Truth Leem/Files)

Australia - Australia menjadi negara terkini yang mendukung upaya China mempopulerkan mata uangnya, yuan (renminbi), dalam perdagangan internasional. Dukungan itu merupakan upaya Australia untuk memuluskan hubungan dagang dengan China, yang telah berkembang menjadi raksasa ekonomi nomor dua dunia.

Menurut kantor berita Reuters, dukungan itu diumumkan oleh Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, dalam kunjungannya ke China hari ini. Dia mengungkapkan bahwa China telah menyetujui dua bank Australia, ANZ dan Westpac, sebagai fasilitator perdagangan langsung yang menggunakan mata uang yuan dan dollar Australia.

"Ini merupakan langkah maju yang bagus dan strategis bagi Australia dan juga bagi hubungan ekonomi kami dengan China," kata Gillard saat berada di Shanghai. Beberapa sumber Reuters pekan lalu mengungkapkan bahwa kedua negara akan memulai perdagangan langsung dengan menggunakan mata uang masing-masing di Shanghai dan Sydney dalam beberapa pekan mendatang.

China merupakan mitra dagang terbesar bagi Australia. Volume perdagangan kedua negara sudah sebesar US$120 miliar. Bank sentral dari kedua negara Maret lalu sudah menandatangani perjanjian currency swap senilai A$30 miliar atau 200 miliar yuan, namun fasilitas itu belum mereka gunakan.

Seiring pesatnya perkembangan ekonomi China, dalam beberapa tahun terakhir Beijing giat mempopulerkan yuan sebagai alat transaksi perdagangan internasional dengan negara-negara mitra. Dengan demikian para pebisnis China tidak akan perlu lagi menggunakan mata uang dari negara pihak ketiga sebagai perantara, seperti dollar AS.

Sejumlah negara maupun entitas bisnis sudah bekerjasama dengan China untuk bertransaksi menggunakan mata uang masing-masing dengan yuan dalam perdagangan bilateral. Beberapa dari mereka yaitu Kanada, Malaysia, dan Hong Kong. Namun nilai tukar dari masing-masing mata uang itu masih dihitung berdasarkan kurs dollar AS, yang masih diakui sebagai mata uang jangkar internasional.

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1