Australia Ingin Kirim Lebih Banyak Warga Belajar dan Kerja di RI

Author : Administrator | Tuesday, March 05, 2013 09:23 WIB
Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, dalam wawancara dengan VIVAnews di Sydney

Sydney - Pemerintah Australia sejak akhir tahun lalu mulai mendanai para mahasiswa di negeri mereka untuk belajar di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Pemerintah Negeri Kanguru itu juga berambisi memperbanyak mahasiswanya untuk tidak sekadar berlibur di Indonesia, namun juga kerja dan tinggal selama beberapa bulan.

Demikian ungkap Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, dalam bincang-bincang dengan VIVAnews di Sydney, 4 Maret 2013. Dia mengungkapkan bahwa salah satu prioritas hubungan Australia dengan Indonesia tahun ini adalah menambah program visa kerja khusus untuk turis (working holiday visa) dari 100 menjadi 1.000 orang setiap tahun dari kedua pihak.

"Ini tentunya program yang bagus untuk memperbanyak warga Australia yang berlibur sambil bekerja di Indonesia. Begitu juga makin banyak warga Indonesia yang memperoleh pengalaman bekerja sambil berlibur di Australia," kata Carr. 

Dia mengungkapkan, ada perbedaan besar dari skema yang terdahulu dengan yang diterapkan pemerintah Australia saat ini. Dulu, melalui The Old Colombo Plan, ditawarkan 570 tempat untuk belajar di Australia per tahun.

"Namun, pada skema saat ini, yang kami sebut sebagai The Australia Awards, menawarkan 5.000 tempat untuk belajar di Australia setiap tahun. Jumlah itu 10 kali lipat lebih besar dari skema Colombo Plan," kata Carr. 

"Di sisi lain, kami memiliki skema The Asia-Bound Grant Program yang diluncurkan pada Oktober tahun lalu, dengan menawarkan 10.000 warga Australia untuk belajar di Asia. Pemerintah kami mengalokasikan $37 juta. Artinya, ada hibah dari pemerintah sebesar $5.000 per orang untuk belajar di luar negeri," kata Carr.

Skema Asia-Bound ini bertujuan untuk mengajak warga Australia untuk melebur bersama warga setempat di negara Asia. Kebijakan baru ini sejalan dengan strategi jangka panjang pemerintah Australia, yang disusun dalam dokumen "Asian Century White Paper" dalam membina hubungan yang lebih kuat dengan para tetangganya di Asia, terutama di bidang bahasa dan budaya.    

Carr juga mengungkapkan bahwa pemerintah Australia dan Indonesia telah mempersiapkan program besar saling kunjung di bidang seni, budaya, sains, dan teknologi kedua negara pada 2014. Di Australia, Kota Perth disiapkan menjadi lokasi pertama program pelatihan kejuruan untuk peserta dari Indonesia.

"Kami juga terus melibatkan lebih banyak peserta program pertukaran sekolah lanjutan. Kedua negara pun sedang mempersiapkan 'Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif' (yang ditargetkan bisa selesai pada 2014). Dengan demikian, kami berupaya untuk menambah lagi fundamental hubungan kedua negara," kata Carr. (art)

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1