Akibat Berkeringat dan Mengirim SMS, Pasangan Ini Diturunkan dari Kabin Delta Airlines

Author : Administrator | Friday, August 05, 2016 09:43 WIB

Independent

Faisal dan Naiza Ali berada di Paris, Perancis untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-10.

 

PARIS, KOMPAS.com - Pasangan suami istri Muslim ini untuk pertama kali mengungkapkan kepada media terkait perilaku Delta Airlines yang mereka nilai sebagai bentuk dari Islamofobia.


Faisal Ali dan Nazia Ali telah duduk selama 45 menit dalam pesawat Delta Airlines yang akan membawa mereka kembali ke Cincinnati, Ohio dari Paris, Perancis.

Saat itulah, pegawai Delta Airlines meminta keduanya keluar dari pesawat karena harus menjelaskan beberapa hal.

"Kami diminta untuk membawa barang bawaan kami dan pegawai itu mengatakan kami tak akan terbang dengan pesawat tersebut. Dan hal itu langsung menjelaskan semuanya," kata Nazia kepadaThe Independent.

Setelah keluar dari pesawat, ternyata seorang petugas kepolisian Perancis sudah menunggu di luar gerbang.

"Saya sangat takut karena karena ini seperti pemeriksaan acak saat seseorang mengambil foto paspor kami dengan menggunakan telepon genggam pribadinya," tambah Nazia.

Dalam interogasi polisi menanyakan kegiatan pasangan suami istri itu selama berada di Paris. Mereka kemudian mengatakan sedang berlibur untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan ke-10.

Polisi itu kemudian membebaskan pasutri ini karena merasa puas dengan jawaban mereka dan tak menemukan hal yang mencurigakan.

Pegawai Delta Airlines kemudian menjelaskan keduanya dikeluarkan dari pesawat karena permintaan pilot setelah salah satu kru merasa tak nyaman dengan keberadaan mereka.

Kru itu juga menyebut Faisal Ali menyembunyikan telepon genggamnya saat para kru melintas. Para kru juga mengaku melihat Faisal sangat berkeringat dan menyebut beberapa kata dalam bahasa Arab.

Hal yang sebenarnya terjadi adalah, Faisal sedang mengirim SMS kepada ibunya dan memberitahu bahwa mereka sudah berada di pesawat dan minta dijemput di bandara Chincinnati.

"Waktu itu saya hanya ingin berada di dalam pesawat. Saya tak peduli lagi dengan privasi saya, dan saya akan biarkan kapten pilot melihat isi telepon saya sehingga dia yakin kami sedang mengabari orangtua kami," ujar Nazia.

Faisal mengatakan, mereka berkeringat karena sirkulasi udara di dalam kabin tak terlalu bagus dan pesawat itu sudah berada di terminal selama 45 menit.

"Kami langsung menuju terminal keberangkatan dan kami langsung diberi tiket pulang dengan penerbangan berikutnya. jadi sebenarnya mereka tahu kami tak melakukan apapun," ujar Nazia.

Pasangan yang memiliki tiga anak balita itu juga mendapatkan penginapan dari pihak maskapai untuk menunggu penerbangan baru keesokan harinya.

"Saya sudah katakan kepada anak bungsu saya dia akan bertemu lagi dengan saya dalam waktu sembilan jam. Dan itu tak terjadi," keluh Nazia.

Masalah ternyata tak berhenti di situ. Saat tiba bandara keduanya harus kembali menjalani pemeriksaan dari agen Bea Cukai AS.

"Anda tak melakukan kesalahan apapun pak. Sayangnya beginilah aturan saat ini. Pernyataan Delta melawan pernyataan Anda," ujar sang petugas saat Faisal menanyakan kesalahan mereka.

Pasangan ini akhirnya berhasil naik ke dalam pesawat dan Naiza mengatakan dia masih merasa ketakutan.

"Kami kini paham bahwa hanya karena kami sudah berada di dalam pesawat bukan berarti kami tak bisa diusir dari pesawat, kecuali pesawat sudah terbang," tambah Naiza.

Sementara itu, Dewan Hubungan Amerika dan Islam (CAIR) sudah mengajukan keluhan kepada Delta Airlines dan mengatakan maskapai itu sudah melakukan diskriminasi.

"Maskapai salah menilai sikap mereka yang normal menjadi sesuatu yang mengerikan. Sangat jelas bahwa pasangan Ali dikeluarkan dari pesawat karena mereka nama dan wajah mereka identik dengan Muslim," ujar kuasa hukum CAIR, Sana Hassan.

Sedangkan pihak manajemen Delta Airlines hanya menanggapai masalah ini dengan sederet kalimat normatif.

"Delta mengecam diskriminasi dengan alasan usia, ras, kebangsaan, agama, orientasi seks atau jender terhadap pelanggan kami. Sebagai maskapai global, Delta berkomitmen untuk melayani semua pelanggan dengan penuh hormat," ujar seorang juru bicara Delta Airlines.

"Delta akan melanjutkan investigasi terkait masalah ini dan akan memberikan kompensasi penuh kepada pelanggan yang merasa dirugikan," tambah dia.

 

 

Editor : Ervan Hardoko
Sumber Independent,
 
Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1