55 Orang Tewas Dalam Rangkaian Ledakan Bom di Irak

Author : Administrator | Wednesday, March 20, 2013 09:39 WIB
Rangkaian bom porakporandakan kota Bagdad. (REUTERS/Mohammed Ameen )

Irak - Rangkaian ledakan terjadi di beberapa wilayah ibukota Irak, Bagdad, pada Selasa waktu setempat, menewaskan sedikitnya 55 orang dan melukai ratusan orang lainnya. Ledakan terjadi selang sehari sebelum peringatan 10 tahun perang Irak yang menggulingkan Saddam Hussein.

Diberitakan CNN, sebanyak 17 bom mobil, tujuh bom bunuh diri dan dua penembakan terjadi di banyak tempat di Bagdad yang mayoritas ditinggali warga Syiah. Namun, serangan juga banyak terjadi di kota-kota lainnya yang mayoritas warganya Sunni. Sebanyak 187 orang terluka.

Menurut laporan saksi mata, salah satu bom mobil meledak di tengah pasar yang ramai di kota Bagdad, tiga bom lainnya terjadi di distrik Syiah di Sadr City. Bom bunuh diri dalam sebuah truk mengincar pos polisi di wilayah Syiah lainnya di Bagdad. Seorang pelaku meledakkan diri di dalam sebuah restoran.

"Saya sedang mengendarai taksi saya ketika ledakan yang mengguncang mobil saya terjadi. Asap dimana-mana. Saya melihat dua mayat tergeletak di jalan. Orang-orang berlarian dan berteriak," ujar Ali Radi, seorang supir taksi di Kota Sadr, dikutip Reuters.

Ledakan bahkan terjadi kampus Mustansiriya sebelah timur Bagdad dan wilayah tempat tinggal para perwakilan negara-negara sahabat yang dijaga ketat, atau yang dikenal dengan Zona Hijau. Gedung-gedung hancur saat bom mobil meledak di distrik Al-Mashtal.

Selain Bagdad, ledakan juga terjadi di beberapa provinsi, seperti Anbar, Kirkuk, Babel, Nineveh dan Diyala. Akibat serangan ini, pemilu lokal ditunda di Anbar dan Nineveh selama lebih dari enam bulan.

Belum diketahui siapa yang berada di balik penyerangan brutal ini, dan apa hubungan antara penyerangan di Bagdad dan kota-kota lainnya. Namun, aparat menduga serangan dilakukan oleh kelompok al-Qaeda di Irak.

Serangan terjadi jelang peringatan 10 tahun perang Irak yang dimulai pada 20 Maret 2003, diawali oleh serangan udara Amerika Serikat ke Bagdad. Serangan ini berhasil menjatuhkan rezim Saddam Hussein namun meninggalkan luka mendalam bagi warga sipil Irak.

Selama 10 tahun peperangan, lebih dari 134.000 warga Irak dan lebih dari 4.800 tentara AS dan koalisi tewas. Perang juga merugikan negara tersebut ratusan miliar dollar Amerika.

Di saat pasukan AS dan sekutunya mulai meninggalkan Irak, permasalahan politik, ekonomi dan stabilitas sosial masih terjadi. Terutama permasalahan sektarian yang mengemuka setelah kelompok Syiah menduduki mayoritas kursi parlemen. Suku Kurdi yang pada masa Saddam dimarjinalkan kini mulai merambah ke dunia politik, memicu sentimen sektarian yang dimotori kelompok radikal.

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1