34 Negara Islam Bergabung Perangi Terorisme

Author : Administrator | Tuesday, December 15, 2015 07:07 WIB
34 Negara Islam Bergabung Perangi Terorisme
Serangan udara Saudi hancurkan rumah warga di Yaman. (REUTERS/Khaled Abdullah)

 

VIVA.co.id -  Saudi Arabia mengumumkan pembentukan aliansi militer 34 negara Islam. Aliansi ini akan berjuang untuk memerangi terorisme.

Pernyataan tersebut disampaikan Putra Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Kerajaan Saudi Arabia melalui sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita SPA, Selasa, 14 Desember 2015.

"Negara-negara yang namanya tercantum dalam pernyataan ini telah memutuskan untuk bergabung dalam formasi aliansi militer yang dipimpin  Saudi Arabia. Basis pusat operasi berada di Riyadh. Kota itu akan menjadi titik koordinasi dan dukungan bagi operasi militer," kata pernyataan tersebut.

Sejumlah negara Timur Tengah tercantum dalam daftar tersebut. Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Pakistan, Teluk Arab, dan Afrika juga ikut bergabung. Iran, yang mayoritas syiah, dan selama ini menjadi rival Kerajaan Arab Saudi dalam hal berebut pengaruh di jazirah Arab, absen dari daftar tersebut. Kedua negara terlibat dalam perebutan pengaruh di Suriah dan Yaman.

Menurut Pangeran Bin Salman,  kampanye akan  "mengkoordinasikan" upaya untuk memerangi terorisme di Irak, Suriah, Libya, Mesir dan Afghanistan. Aliansi juga menawarkan beberapa indikasi konkret bagaimana upaya militer mungkin melanjutkan.

"Akan ada koordinasi internasional dengan negara-negara besar dan organisasi internasional. Dalam hal operasi di Suriah dan Irak. Kita tidak dapat melakukan operasi ini tanpa koordinasi yang sah dan legal di tempat ini dan masyarakat internasional," kata bin Salman.

Ketika ditanya apakah aliansi baru  hanya akan fokus pada Negara Islam (ISIS), Salman mengatakan akan menghadapi tidak hanya kelompok tetapi "organisasi teroris yang muncul di depan kami."

Menurut Bin Salman, aliansi ini adalah sebuah tugas untuk melindungi negara Islam dari setan semua kelompok teroris dan organisasi apa pun bentuk dana nama mereka yang berniat melampiaskan dendam dan melakukan korupsi di muka bumi, dan bertujuan menteror mereka yang tak berdosa."

Pembentukan ini sejalan dengan ide Amerika Serikat yang semakin blak-blakan tentang pandangannya bahwa negara-negara Teluk Arab harus berbuat lebih banyak untuk membantu kampanye militer terhadap kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah.

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1