Indonesia | English | Arabic
Tuesday, 02 September 2014
You are here: UMM >> News >> International >> Thailand Larang Film Adaptasi Macbeth Diputar

International



Thailand Larang Film Adaptasi Macbeth Diputar
» Thursday, 05 April 2012 | 13:03 WIB | Viewed: 45409
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm en-umm_news_595.html  en-umm_news_595.pdf  berita-ilmiah_595.doc umm-news-595-en.ps
Film Shakespeare Must Die yang dilarang di Thailand (Youtube)

VIVAnews - Pemerintah Thailand melarang sebuah film yang didasarkan pada drama Macbeth karya William Shakespeare diputar di negara tersebut. Alasannya, film ini dinilai dapat memecah belah negara, karena menampilkan masa-masa kelam perpolitikan Thailand.

Dilansir BBC, Rabu 4 April 2012, film berjudul "Shakespeare Must Die" dianggap dapat mengadu domba dua kelompok yang pernah bertikai, yaitu merah dan kuning. Merah adalah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan Kuning adalah pendukung pemerintahan Abhisit Vejjajiva, PM kala itu, yang demo besar-besaran pada 2009-2010.

Film yang disutradarai Ing Kanjanavanit ini mengambil latar sebuah negara antah berantah, namun memiliki sistem kerajaan seperti Thailand. Alur ceritanya mengadaptasi utuh drama Macbeth, kisah keserakahan seorang Jenderal yang membunuh demi kekuasaan, dan terus membunuh untuk mempertahankan tahtanya.

Dalam salah satu adegan pada Shakespeare Must Die, diktator tersebut berpidato di hadapan pemrotesnya yang membawa bendera kuning dan merah. Adegan berikutnya menggambarkan suasana persis seperti penyerbuan tentara pemerintah pada insiden pembantaian 46 orang di Universitas Thammasat, 1976 silam.

Badan sensor Thailand mengatakan, film ini dilarang karena dianggap memecah belah persatuan bangsa. Padahal, pembuatan film ini sepenuhnya didanai Kementerian Kebudayaan dan telah disetujui PM kala itu, Abhisit Vejjajiva, pada 2010.

Ini bukan kali pertama Thailand melarang pemutaran film yang kontroversial. Sebelumnya pada 2007, pemerintah melarang film “Syndromes and a Century” yang berkisah tentang kehidupan di rumah sakit. Baru-baru ini, film soal ayah yang menjadi transgender dan anaknya menjadi pelacur, “Insects in the Backyard,” juga dilarang.

Badan sensor Thailand mengatakan, "film-film ini merusak ketertiban sosial dan moral, yang berdampak pada keamanan atau martabat nasional." (ren)



Harvested from : http://dunia.vivanews.com

Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Most Popular News

Event