Indonesia | English | Arabic
Saturday, 01 November 2014
You are here: UMM >> Opinion >> Sinetronisasi dalam Media TV

Opinion

Bagi para dosen, mahasiswa, karyawan UMM atau simpatisan muhammadiyah, Silahkan kirimkan opini anda untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Untuk kirim bisa klik disini.


Sinetronisasi dalam Media TV
» Tuesday, 29 January 2013 | 21:45:50 WIB | Viewed: 4469
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm print pdf doc ps
By: Mochamad Rofik
(Student Universitas Muhammadiyah Malang)

Tidak bisa dipungkiri bahwa media massa (mass media) memiliki peran besar dalam membentuk perilaku pemirsanya. Terutama TV yang memiliki kelebihan-kelebihan khusus dibanding media massa lain seperti Koran, majalah ataupun media online yang belakangan ini mulai menggeser media konvensioanal. Kelebihan-kelebihan seperti visualisasi, soundtack dan juga pembingkaian program yang apik tentu akan memikat banyak masyarakat untuk menonton acara TV tersebut.

Tidak semua program-program TV yang tayang di negeri ini buruk, banyak pilihan program-progam motivasi, keluarga dan juga anak yang masih patut dan layak untuk ditonton. Tapi tidak sedikit pula program-program TV yang cenderung mendoktrin secara tidak langsung agar pemirsanya berperilaku konsumtif, Individualis dan cenderung sinetronisasi. Sudah barang tentu hal ini bertolak belakang dengan budaya dan karakter masyarakat Indonesia yang sederhana, senang bergotong royong dan menjunjung tinggi toleransi akan perbedaan.

Salah satu program TV yang hangat diperbincangkan adalah sinetron. Sinetron yang mendidik tentu akan berdampak positif bagi pemirsanya, akan tetapi tidak bisa kita pungkiri bahwa hampir seluruh tayangan sinetron lebih mengedepankan rating, tanpa melihat sisi budaya dan humanisme pemirsanya. Rating oriented tentu bukan menjadi hal baru di dunia pertelevisian akan tetapi semua lini bangsa juga harus ingat tujuan awal Negara ini terbentuk. Jangan sampai segelintir oknum bangsa membodohi bangsanya sendiri hanya karena rating oriented dimana nantinya kehidupan sosial bangsa Indonesia terkena doktrin sinetronisasi.

Jika kehidupan masyarakat sudah sinetron oriented, kita bisa prediksi bahwa kualitas masyarakatnya tidak akan jauh dari apa yang ditontonnya. Hal semacam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja harus ada komitmen bersama baik dari pemerintah, pelaku media dan tentunya masyarakat sendiri. Jika memang tayangan TV tersebut tidak berkualitas masyarakat juga jangan ragu-ragu untuk melaporkannya ke pihak berwenang dalam kasus ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).




Forum Opini:


Nita
04-07-2013
16:34:22
sungguh disayangkan program sinetron yg ad skrang ini membrikan contoh yg bruk bagi pemirsa. salah satu contoh nyata: ketika seorang guru mmebrikan materi pelajaran, ada 2 murid yg sdah berpacaran, duduk brjauhn saling mlempar krtas ternyata isinya surat cinta. di waktu istirahat 2 ank ini duduk brduaan d klas ternyta sdang pgangan tngan d msukkan k dlam laci. setelah kedua d tanyaguru dari mana dpat ide itu? jawabannya dari sinetron... benar2 sinetron tlah mmbntuk pribadi pemirsa...

» Reply
er
04-09-2013
08:24:25
ya, tepat sekali mb' orang tua harus benar2 selektif dalam memilih tayangan untuk buah hati tercinta

Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *