FPP UMM Held K3 Training to Prevent Occupational Risk

Author : Humas | Monday, March 04, 2019 10:56 WIB

 

 

 

 

 

Ir. Hariyanto M. Si. (Photo: Mirza/PR)

The Faculty of Agriculture and Animal Husbandry (FPP) of the University of Muhammadiyah Malang (UMM) through the Animal Husbandry Laboratory held a Laboratory Occupational Safety and Health Training in order to achieve zero accident, Saturday (2/3) at Kapal Garden Hotel Malang, complex of UMM Sengkaling Garden.

Ir. Hariyanto M. Si, expert consultant K3 and Quality, Health and Environment said, disciplined to maintain safety not only for ourselves but also included the safety of others. "For example, practice tools need to be stored properly. Also, procure a special place so that the use of tools is guaranteed safe, "explained Hariyanto.

Hariyanto also conveyed the importance of panic management when there were natural disasters and errors caused by human errors. "Work signs such as emergency exits must be clearly installed so that when there is a disaster, do not panic too much to find the exit," he explained.

Read also:Lecturer of UMM Animal Husbandry Created Anti-Mastitis Cream for Dairy Cattle

The training was attended by nine representatives from outside UMM. Among them were the National Institute of Technology (ITN) Malang, Laboratory of SMA 10 Malang City and PT. Indolakto. From UMM, representatives of the Mechanical Engineering, Chemical, Medical laboratories were present. Later participants will get a certificate directly from the Ministry of Manpower.

Meanwhile, according to Dr. Ir. Khusnul Khotimah, MP. MM., Head of the Animal Husbandry Laboratory, almost every faculty at UMM had a laboratory. However, the K3 program was not yet massively implemented. He said, there were several laboratories that needed to be accompanied by special K3 programs, especially exact laboratories.

There have not been many K3 programs held. Even though the work sector that required a K3 program is very much. Because the laboratory at UMM in the future was not only intended for students, but also for the public interest. Like the Animal Husbandry laboratory that will collaborate with other agencies for Artificial Insemination. (Win)

 


 

Ir. Hariyanto M. Si. (Foto: Mirza/Humas)

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Peternakan mengadakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium dalam rangka menuju zero accident atau kecelakaan nihil, Sabtu (2/3) di Kapal Garden Hotel Malang, kompleks Taman Sengkaling UMM.

Ir. Hariyanto M. Si, konsultan ahli K3 dan Quality, Health dan Environment mengatakan, disiplin menjaga keselamatan tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga meliputi keselamatan orang lain. “Misalnya alat-alat praktek perlu disimpan dengan baik. Juga pengadaan tempat khusus supaya penggunaan alat terjamin aman,” jelas Hariyanto.

Hariyanto juga menyampaikan pentingnya manajemen kepanikan saat ada bencana alam maupun kesalahan yang diakibatkan human error atau kesalahan manusia. “Rambu-rambu kerja seperti pintu keluar darurat harus jelas terpasang supaya ketika ada bencana tidak panik berlebihan mencari pintu keluar,” jelasnya.

Baca juga: Dosen Peternakan UMM Buat Krim Anti Mastitis untuk Ternak Sapi Perah

Pelatihan dihadiri sembilan perwakilan dari luar UMM. Di antaranya Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Laboratorium SMA 10 Kota Malang dan PT. Indolakto. Dari UMM, hadir perwakilan laboratorium Teknik Mesin, Kimia, Kedokteran. Nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara, menurut Dr. Ir. Khusnul Khotimah, MP. MM., Kepala Laboratorium Peternakan, hampir setiap fakultas di UMM memiliki laboratorium. Namun program K3 dirasa belum masif diterapkan. Disebutnya, ada beberapa laboratorium yang perlu disertai dengan program K3 secara khusus, utamanya laboratorium eksakta.

Program K3 belum banyak diadakan. Padahal sektor kerja yang memerlukan program K3 sangat banyak. Karena laboratorium di UMM ke depan bukan saja diperuntukan bagi mahasiswa, tetapi juga untuk kepentingan umum. Seperti laboratorium Peternakan yang akan melakukan kerjasama dengan instansi lain untuk Inseminasi Buatan. (mir/can)

Ir. Hariyanto M. Si. (Foto: Mirza/Humas)

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Peternakan mengadakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium dalam rangka menuju zero accident atau kecelakaan nihil, Sabtu (2/3) di Kapal Garden Hotel Malang, kompleks Taman Sengkaling UMM.

Ir. Hariyanto M. Si, konsultan ahli K3 dan Quality, Health dan Environment mengatakan, disiplin menjaga keselamatan tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga meliputi keselamatan orang lain. “Misalnya alat-alat praktek perlu disimpan dengan baik. Juga pengadaan tempat khusus supaya penggunaan alat terjamin aman,” jelas Hariyanto.

Hariyanto juga menyampaikan pentingnya manajemen kepanikan saat ada bencana alam maupun kesalahan yang diakibatkan human error atau kesalahan manusia. “Rambu-rambu kerja seperti pintu keluar darurat harus jelas terpasang supaya ketika ada bencana tidak panik berlebihan mencari pintu keluar,” jelasnya.

Baca juga: Dosen Peternakan UMM Buat Krim Anti Mastitis untuk Ternak Sapi Perah

Pelatihan dihadiri sembilan perwakilan dari luar UMM. Di antaranya Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Laboratorium SMA 10 Kota Malang dan PT. Indolakto. Dari UMM, hadir perwakilan laboratorium Teknik Mesin, Kimia, Kedokteran. Nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara, menurut Dr. Ir. Khusnul Khotimah, MP. MM., Kepala Laboratorium Peternakan, hampir setiap fakultas di UMM memiliki laboratorium. Namun program K3 dirasa belum masif diterapkan. Disebutnya, ada beberapa laboratorium yang perlu disertai dengan program K3 secara khusus, utamanya laboratorium eksakta.

Program K3 belum banyak diadakan. Padahal sektor kerja yang memerlukan program K3 sangat banyak. Karena laboratorium di UMM ke depan bukan saja diperuntukan bagi mahasiswa, tetapi juga untuk kepentingan umum. Seperti laboratorium Peternakan yang akan melakukan kerjasama dengan instansi lain untuk Inseminasi Buatan. (mir/can)




Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image