Indonesia | English | Arabic
Sunday, 26 May 2013
You are here: UMM >> News >> Scientific News >> Galaksi "Monster" Bayangi Gerhana

Scientific News

Galaksi "Monster" Bayangi Gerhana
» Friday, 09 December 2011 | 13:43 WIB | Viewed: 30051
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm en-umm_news_74.html  en-umm_news_74.pdf  berita-ilmiah_74.doc umm-news-74-en.ps
Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan.
 

JAKARTA, KOMPAS.com — Sabtu (10/12/2011) malam, gerhana bulan total akan terjadi. Gerhana ini bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia dengan totalitas selama 50 menit.

Gerhana besok bisa jadi terkesan menyeramkan sebab bulan yang berwarna merah bak darah akan dibayangi oleh galaksi "monster". Galaksi itu tak lain adalah galaksi tempat Bulan, Bumi, dan Matahari bernaung.

Bimasakti disebut galaksi "monster" karena sebagai salah satu galaksi tertua dan terbesar di jagat raya, Bimasakti telah menelan beberapa galaksi kecil yang kebetulan berpapasan.

Bagaimana bisa Bimasakti membayangi Bulan? Menurut astronom Ma'rufin Sudibyo, saat gerhana terjadi, Bulan sedang melewati rasi Taurus. Bulan yang terbit di timur, jika dilihat dari Bumi, akan terus bergerak ke atas dan ke barat.

Pergerakan Bulan membawanya semakin dekat dengan lokasi Bimasakti di langit besok malam. Akhirnya, saat puncak purnama, Bulan tepat akan berada di depan Bimasakti.

Bimasakti adalah galaksi yang tampak sebagai kabut tipis, kadang-kadang bisa terlihat tanpa teleskop. Jadi saat gerhana nanti, Bulan yang merah akan memiliki latar kabut putih.

Nah, apakah nanti akan menyeramkan? Rasanya tidak. Sebab, Bulan merah juga akan ditemani benda langit dan galaksi lainnya, ditambah pula karena gerhana terjadi di malam Minggu.

"Beberapa bintang terang akan terlihat mendampingi Bulan. Misalnya saja bintang Sirius, bintang paling terang di langit setelah Matahari," kata Ma'rufin dalam situs jejaring sosialnya, Minggu (4/12/2011).

"Pun demikian bintang Aldebaran dan Betelgeuse, dua maharaksasa yang demikian besarnya sehingga bila berdampingan dengan Matahari kita, Matahari tampak sangat kerdil," jelas Ma'rufin.

Selain itu, dua galaksi kecil, yakni Awan Magellan Besar dan Kecil, juga akan terlihat.

Gerhana besok akan terjadi mulai pukul 19.46. Meski demikian, totalisas gerhana baru akan terjadi mulai pukul 21.07-21.57 WIB, berlangsung sekitar 50 menit. Puncak gerhana akan terjadi sekitar pukul 21.32 WIB.

Selepas pukul 21.57, Bulan secara berangsur akan kembali ke kondisi semula. Gerhana Bulan secara kasat mata berakhir pukul 23.16 WIB, tetapi baru benar-benar berakhir pukul 00.28.

 

http://sains.kompas.com


Comment:


Agus Fitriadin
12-11-2011
21:50:08
Itulah bukti keberadaan Allah, dan ilmu-Nya yang Maha Luas...

» Reply

Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

  Berita Utama