Robot Pemadam Api Berkaki UMM Melejit Sabet Juara Nasional, Ini Istimewanya

Author : Administrator | Sunday, June 05, 2016 18:18 WIB | Tribun News - Tribun News
Robot Pemadam Api Berkaki UMM Melejit Sabet Juara Nasional, Ini Istimewanya
Istimewa

Tim robotika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang meraih juara I di kategori Pemadam Api Berkaki dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional di Supermall, Surabaya pada 3-4 Juni 2016).

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Robot Tim Dome dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi juara I di kategori Pemadam Api Berkaki dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) nasional di Supermall, Surabaya pada 3-4 Juni 2016).

Posisi kedua adalah Tim Al Fatih UGM Jogjakarta, PENS dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

"Kami juga meraih penghargaan strategi terbaik," jelas Ir Moh Irfan MT, pembina tim UMM ketika dihubungi SURYAMALANG.COM, Minggu (5/6/2016).

Untuk penghargaan strategi terbaik, ia menyatakan itu penilaian tim juri dari robot-robot yang ada.

"Mencapai lokasi pemadamam kan butuh strategi sendiri. Mungkin kami dianggap terbaik dari strategi robot-robot yang ada. Sebab tiap rintangan harus ada strateginya," paparnya.

Kategori Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI K) diikuti oleh 24 tim. Menurut Irfan, robot UMM saat berlaga di tingkat regional di Universitas Negeri Jember (UNJ) hanya meraih juara III.

Karena itu, ketika ada 22 hari efektif untuk menghadapi laga nasional di Surabaya, dilakukan perbaikan-perbaikan yang menjadi kelemahan di tingkat regional.

"Sehingga menjadi juara 1," kata Irfan.

Ditanya mengenai keunggulan robot UMM di kategori itu, ia menjawab kecepatan di dalam mencari lokasi pemadaman. Menurut Irfan, robot ini juga dilengkapi dua kipas sehingga menghemat waktu untuk pemadaman.

Ir Sudarman MT, Dekan Fakultas Teknik UMM menyatakan sebelumnya, tim robotika UMM juga selalu mengirim perwakilan di kontes robot. Bahkan pernah juara di tingkat regional.

"Namun belum pernah meraih juara pertama seperti ini (nasional)," ungkap Sudarman ketika dihubungi terpisah.

Ditambahkan Irfan, berkreasi di robot merupakan wadah bagi mahasiswanya di Fakultas Teknik. Untuk itu diadakan workshop robot. Mahasiswa senior melatih adik tingkatnya agar ada regenerasinya.

Setelah menjadi juara nasional, pihaknya akan meningkatkan performa robot dan berusaha akan mempertahankan prestasinya.

"Saya kira, semua juara akan melakukan ini," ungkap Irfan. KRI tingkat nasional melombakan beberapa kategori yang diikuti tim PTN dan PTS.

 


 

 


Harvested from: http://suryamalang.tribunnews.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image