Desa Sejahtera Mandiri Beda dengan Desaku Menanti

Author : Administrator | Tuesday, November 17, 2015 09:13 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan tahun ini program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) dimitrakan dengan 14 perguruan tinggi. Masing-masing dari mereka akan menangani beberapa desa.
 
“Kemarin, Minggu (15/11), saya melakukan kunjungan ke Kalimantan Selatan terkait program DSM yang dimitrakan dengan IAIN Antasari untuk meng-cover 8 desa,” ujar Mensos melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Selasa (17/11).
 
Namun, kata Mensos, format program DSM berbeda dengan program Desaku Menanti. Desaku Menanti diperuntukan untuk pemberdayaan bagi pengemis dan gelandangan dengan kategori proses untuk permukiman.
 
“Jelas berbeda, beda terminologi dan beda direktorat yang mengurusnya. Desaku Menanti bagi gelandangan dan pengemis yang masuk sebagai desa harapan, ” tandasnya.
 
Pemerintah daerah kabupaten/kota dan gubernur yang telah menyediakan lahan untuk program desaku menanti atau desa harapan, Kemensos akan mensupport untuk dana infrastrukturnya.
 
“Desaku Menanti merupakan desa binaan keterampilan dan yang sudah berjalan di Pasuruan dan Gunungkidul DI Yogyakarta. Tahun depan, akan ditambah di Kabupaten Malang dan Kota Padang, ” katanya.
 
Dalam program DSM, kata Mensos, bisa disisir rumah-rumah yang tidak layak menjadi layak huni dan warga bisa diberikan bantuan usaha dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
 
“Bagi anak-anak yang berusia 6-21 tahun, SD, SMP dan SMA bisa disisir dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP), ” tandasnya.
 
Sementara itu, juga bisa disisir bagi warga yang berhak untuk menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Tahun ini, PKH menjangkau 2,5 juta keluarga dan tahun depan ditambah 3,5 juta.
 
“Insya Allah tahun depan, penerima manfaat PKH dari 2,5 juta ditambah penerima baru 3,5 juta, jadi total 6 juta keluarga penerima,” ucapnya.
 
Tahun ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mendapat tugas 100 desa yang dimitrakan dengan 14 perguruan tinggi, yaitu STKS Bandung, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang.
 
Selain itu, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember, IAIN Antasari Banjarmasin, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Andalas, serta Universitas Jambi. (Q-1)
Harvested from: http://www.mediaindonesia.com/misiang/read/4483/Desa-Sejahtera-Mandiri-Beda-dengan-Desaku-Menanti/2015/11/17
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared: