Standing Academic UMM Semakin Mantap

Malang, 17 July 2010

dari atas Prof. Dr. Ir. Dyah Roeswitawati, MS. dalam bidang penyakit tumbuhan, bawah Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si. dalam bidang penyuluhan pembangunan.

Bertempat di theater dome UMM, Sabtu (17/07), rektor memimpin sidang senat terbuka dalam acara pengukuhan dua guru besar Fakultas Pertanian – Peternakan (FPP): Prof. Dr. Ir. Dyah Roeswitawati, MS. dalam bidang penyakit tumbuhan dan Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si. dalam bidang penyuluhan pembangunan.

Dalam sambutannya, Dr. Muhadjir Effendy, MAP. menyatakan bahwa menggabungkan  pengukuhan dua guru besar dalam satu waktu tidak mengurangi kewibawaan dan kehormataan acara tersebut. “Dengan bertambahnya profesor di FPP, di satu sisi saya sangat senang karena akan semakin memperkuat kualitas akademik dan keilmuan, disisi lain memberi kredit poin terhadap fakultas, sehingga diharapkan berimbas pada jumlah peminat mahasiswa di FPP”, ungkap Rektor dengan nada bercanda.

Sesuai dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Diah, yang menggagas tentang pertanian organik, Rektor menyampaikan bahwa UMM sudah menggalakkan implementasi pertanian yang pro lingkungan untuk kehidupan yang lebih sehat yang bebas pestisida.  dipelopori Fakultas pertanian, UMM telah membangun infrastruktur pertanian yang menghasilkan komoditas organik, diperuntukkan bagi konsumen dari dalam dan luar kampus. Seperti, menyuplai bahan makanan ke UMM Inn, misalnya telur bebas kolestrol”, terang rektor bangga.

Rektor menjelaskan bahwa istilah profesor yang berasal dari bahasa Latin profesio yang berarti bai’at atau sumpah. Jadi professor adalah mereka yang sudah disumpah untuk menjunjung tinggi pengamalan ilmu yang dikuasai dalam pengabdian pada kehidupan dan perkembangan ilmu itu sendiri.

Sedang orasi ilmiah dari Prof. Jabal Tarik Ibrahim menyorot tentang ketahanan pangan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Beberapa langkah yang ditawarkan untuk mencapai ketahanan pangan yang mantap antara lain: pemantapan penanganan kelaparan dan kemiskinan, pemantapan ketersediaan pangan, pementapan distribusi pangan, dan pemantapan konsumsi. (rwp/jss)

 


published by HUMAS UMM
  

Arsip Berita UMM