Ribut-Ribut Sharapova dengan Federasi Tenis Internasional

Author : Administrator | Thursday, October 06, 2016 | Detik News -

Foto: Michael Dodge / Getty Images

California - Setelah dipastikan dapat pengurangan sanksi Maria Sharapova menuding Federasi Tenis Internasional (ITF) tidak netral dan bias. ITF pun tidak terima dan langsung merespons.

Petenis Rusia berusia 29 tahun tersebut sebelumnya dihukum larangan main dua tahun akibat mengonsumsi zat terlarang, sampai akhirnya Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memotong sanksi itu jadi 15 bulan saja--membuat Sharapova sudah bisa main lagi pada April 2017.

[Baca juga: Hukumannya Dikurangi, Sharapova Bisa Main Lagi April 2017]

Setelah keputusan CAS itu, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi PBS, Sharapova menggugat proses saat hukuman awalnya keluar dulu. Menurutnya ITF memang hendak menghukum dirinya dengan kelewat berat untuk dijadikan contoh.

"Saya tak pernah ingin percaya hal itu, tapi saya mulai berpikir demikian. Saya dapat sanksi 24 bulan, tapi mereka (ITF) menginginkan saya dihukum empat tahun," kata Sharapova seperti dilansir AFP.

[Baca juga: Sharapova Diskors Dua Tahun, Pastikan Naik Banding]

Pernyataan itu langsung direspons ITF yang bersikeras menyebut prosedur dan tata cara pengambilan keputusannya ketika menjatuhkan sanksi dua tahun sudah tepat.

"ITF tidak berusaha 'menghukum Ms Sharapova selama empat tahun'. ITF mengambil posisi dan tanggung jawab sebagai majelis independenn untuk menentukan sanksi yang tepat. Itu termasuk keputusan apakah Ms Sharapova sudah memenuhi syarat yang berlaku dalam program anti doping tenis, yang sama seperti aturan WADA (Badan Anti Doping Dunia), untuk pengurangan dari sanksi standar empat tahun atas penggunaan zat tidak terspesifikasi seperti meldonium," sebut keterangan ITF.

Masih dalam wawancara di PBS, Sharapova juga mengklaim bahwa ITF tidaklah netral, dan justru bias, dalam proses pengambilan keputusan ketika menjatuhkan sanksi untuknya.

"Saya menjalani dengar pendapat ITF, yang dilakukan di depan (panel) arbitrase yang saat itu dipilih oleh ITF. Saya melakukan itu di hadapan orang-orang yang dipilih oleh pihak yang saat itu justru saya hadapi di kubu berseberangan. Mereka menilai itu netral? Tidak. CAS netral dan (pengurangan sanksi) inilah yang sudah diberikan CAS kepada saya," ujar Sharapova.

Pernyataan tersebut kembali direspons oleh ITF. Mereka mengatakan bahwa Sharapova dan tim kuasa hukumnya punya hak untuk melayangkan keberatan terhadap setiap anggota majelis independen saat itu.

"Anggota dari majelis independen, yang terdiri dari kuasa hukum sebagai pimpinan sidang, dan pakar medis dan ilmiah sebagai anggota, memang ditunjuk oleh ITF. Tapi tim legal Ms Sharapova punya kesempatan untuk mengajukan keberatan terhadap majelis. Mereka justru sudah menyatakan setuju dan tidak ada keberatan," beber ITF.

Sharapova mengaku menggunakan meldonium selama 10 tahun terakhir dengan alasan kesehatan. Ia mengatakan tidak menyadari bahwa zat tersebut telah masuk ke daftar yang dilarang oleh WADA pada 1 Januari sehingga ia kedapatan positif menggunakan.


 

 


من المقطوع: http://sport.detik.com/raket/3314753/ribut-ribut-sharapova-dengan-federasi-tenis-internasional
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1