Dunia Bulu Tangkis Indonesia Kehilangan Tokoh

Author : Administrator | Tuesday, January 06, 2015 10:47 WIB | -
ilustrasi

JAKARTA, Kompas.com - Dunia bulu tangkis Indonesia kehilangan seseorang yang pernah berjasa saat Indonesia berada di puncak kejayaan pada dekade 1970-1990-an.

Prof Doktor Singgih Dirga Gunarsa tutup usia di Jakarta pada Selasa (06/01/2015). Jenazahnya kini disemayamkan di Ruang Duka RS Husada, jalan Mangga Besar 137, Jakarta Pusat.

Semasa hidupnya, Singgih dikenal sebagai salah satu pakar pendidikan dan psikologi. Ia juga aktif dalam dunia pendidikan di Universitas Indonesia dan Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Sementara untuk dunia olah raga, Singgih dikenal juga sebagai salah satu arsitek di balik keberhasilan dunia bulu tangkis Indonesia pada era 1970-1980-an. Ia aktif dalam struktur kepengurusan PBI antara 1967-1998.

Karena keterlibatannya yang cukup lama dengan dunia bulu tangkis, Singgih mengenal dengan dekat karakter para pemain-pemain bintang Indonesia. Misalnya ia menilai salah satu pemain ganda terbaik Indonesia, Christian Hadinata sebagai seorang yang selain bakat, memiliki intelegensi di atas rata-rata.

"Aspek intelegensia ini lah yang membuat Christian mampu menghadapi beragam tantangan serta luwes dalam menyelaraskan strategi, taktik dan teknik ketika bermain dengan pasangan ynag berbeda-beda," tulis Singgih dalam sinopsis buku psikobiografi Christian Hadinata.

"Sepanjang perkenalan dengan Christian Hadinata, saya banyak melihat tugas yang diemban maupun rencana-rencana untuk mengalahkan lawan, dan fungsi berpikirnya selalu banyak diandalkan. Tidaklah mengherankan ketika para pemain lain sedang istirahat, tidak jarang Christian Hadinata mengambil waktu yang ada untuk menambah jadwal latihannya, mencoba menemukan dan memperbaiki kekurangan yang ada, dan proses tersebut dilakukan demi memenangi pertandingan yang akan dihadapi."

Ketika kemudian harus meninggalkan dunia bulu tangkis, Singgih masih juga berusaha memberi kontribusi tentang perkembangan atlet yang masih tinggal di Pelatnas. Misalnya tentang tunggal putra Taufik Hidayat. "Saya mengenal Taufik, meskipun tidak lama. Ketika dia mulai bersinar di bulutangkis, saya sudah hampir meninggalkan PBSI. Namun, fakta telah membuktikan bahwa sosok Taufik adalah profil fenomenal pebulutangkis. Ia andalan lebih dari 240 juta penduduk Indonesia, sehingga menjadi sosok yang luar biasa penting untuk mengembalikan supremasi bulutangkis," tulisnya tentang Taufik Hidayat, peraih medali emas Olimpiade Athens 2004.

Terima kasih banyak, Pak Singgih dan selamat jalan....

من المقطوع: http://olahraga.kompas.com
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1