16-12-1991: Kazakhstan Lepas dari Uni Soviet

Author : Administrator | Monday, December 16, 2013 07:59 WIB
Ibu Kota Kazakhstan, Astana.
Ibu Kota Kazakhstan, Astana.| (REUTERS/Shamil Zhumatov)

 

VIVAnews - Tepat 22 tahun yang lalu, Kazakhstan, negara di Asia Tengah yang berpenduduk mayoritas Muslim, memerdekakan diri dari Uni Soviet. Kazakhstan adalah republik eks Uni Soviet terakhir yang mengumumkan kemerdekaannya usai bubarnya negara komunis tersebut.

Nursultan Nazarbayev, pemimpin dari era komunis, diangkat menjadi presiden baru Kazakhstan.

Menurut stasiun televisi BBC, Kazakhstan saat ini merupakan negara terluas kesembilan di dunia. Sejak abad ke-19, negara yang wilayahnya didominasi padang steppa ini menjadi jajahan Rusia.

Setelah Rusia berubah komunis, Kazakhstan diangkat menjadi republik otonomi di dalam federasi Uni Soviet. Selama di bawah pendudukan Rusia, bangsa Kazakh beberapa kali mencoba memerdekakan diri. Namun, upaya tersebut gagal dan mengakibatkan jutaan orang Kazakh tewas akibat kelaparan dan pembantaian yang dilakukan pemerintah Moskow.

Sejak mundurnya rezim komunis pada dekade 1980-an, keinginan bangsa Kazakh untuk merdeka mulai menguat kembali. Pada Desember 1986, rakyat Kazakhstan, terutama kaum muda, melakukan demonstrasi besar-besaran memerotes dominasi Rusia di pemerintahan.

Di era Mikhail Gorbachev, gerakan bangsa Kazakh menuju kemerdekaan kian tidak terbendung. Setelah Uni Soviet bubar pada 1991, Kazakhstan bersama republik eks Soviet lainnya mengumumkan kemerdekaannya. (asp)

من المقطوع: http://dunia.news.viva.co.id/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1