Indonesia | English | Arabic
Tuesday, 21 May 2013
أنت هنا: UMM >> الأخبار >> أخبار دولية >> 17 Tahun Jutawan Jadi Pengemis

أخبار دولية



17 Tahun Jutawan Jadi Pengemis
» Friday, 14 October 2011 | 16:27 WIB | قراءة: 17810
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm ar-umm_news_43.html  ar-umm_news_43.pdf  berita-ilmiah_43.doc umm-news-43-ar.ps

Prof. Irwin Corey seorang  komedian, aktor dan aktivis politik sayap kiri, berjalan-jalan di sepanjang Manhattans East 35th Street setiap hari, tujuh hari seminggu, selama 17 tahun terakhir sebagai pengemis

.

Tiga tahun lagi, usianya genap 100 tahun. Dengan tubuh renta, dan mata yang tak lagi awas melihat, setiap hari pria itu berjalan pincang, membawa keranjang dorong, menghampiri mobil-mobil yang berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah.

Kepada para pengemudi, ia meminta recehan dan menawarkan koran gratis sebagai balasannya. Orang yang tak tahu pastilah menganggapnya sekedar pengemis. Namun siapa sangka kakek renta itu pernah dikenal sebagai 'orang terkemuka di dunia'.

Dia adalah Irwin Corey, komedian, aktor, juga aktivis politik sayap kiri. Setiap hari, tujuh hari dalam seminggu, ia menyusuri Jalan East 35th, Manhattan. Sudah 17 tahun ia melakukan kegiatan itu.

Tentu saja, Corey -- yang sekian lama malang  melintang berkarir di Broadway, televisi, teater, dan klub komedi -- tak membutuhkan uang, apalagi recehan yang ia kumpulkan.

Bahkan, ia sama sekali bukan tunawisma -- seperti penampilannya yang berantakan dan kumuh. Ia punya apartemen di kawasan elit New York yang nilainya diperkirakan US$3,5 juta atau sekitar Rp31 miliar.

Lalu apa alasannya menyamar jadi gembel dan mengemis di jalanan? Jawab Corey: untuk membunuh rasa kesepian akibat ditinggal istri yang mendampinginya selama 70 tahun, Fran. Juga untuk menolong sesama.

Pria 97 tahun itu juga tak pernah mengantongi uang yang ia kumpulkan -- yang sehari bisa mencapai US$250 atau sekitar Rp2,2 juta. Uang itu dia sumbangkan untuk bantuan medis pada anak-anak di Kuba. Ia bahkan pernah mengunjungi Kuba membawa bantuan. Fotonya bersama dengan Fidel Castro ia pajang di dinding apartemennya yang mewah.

Corey mengaku, belum sepenuhnya meninggalkan karirnya di dunia hiburan yang ia jalani selama delapan dekade. Ia masih tampil reguler -- minggu lalu ia tampil sebuah klub lokal di Chicago.

Di dunia hiburan, Corey mendapat julukan 'Profesor' sejak 1940-an dengan tampilannya yang khas: jas berekor, dasi tali, sepatu tinggi, dan rambut berdiri mirip orang-orangan sawah. Ia bersikap sopan pada orang-orang yang memberinya koin di jalanan. Juga menyapa dengan sapaan lucu, "see you later, alligator".

Dalam wawancara dengan New York Times, ia tak menjelaskan secara rinci posisi keuangannya. Namun, agen yang menanganinya lebih dari 50 tahun, Irvin Arthur (85) mengatakan, Corey tak butuh uang, sampai-sampai harus mengemis di jalanan. "Ini bukan soal uang, untuk Irwin, jalanan adalah panggung pertunjukkannya."

Penasaran lihat aksi mengemis jutawan ini, lihat di Daily Mail. (umi)



من المقطوع : dunia.vivanews.com, dan www.dailymail.co.uk

Comment:


amahoru
01-22-2012
20:32:39
shyness is normal and should belong to every human being but the shame will eliminate as well as a desire to help children orphaned or people who can not afford is not required in this case, like our famous figure above tadi.aku Salud once and should the local government we can imitate that attitude for the sake of seeing what kind of lives of the poor in the capital today. ponder the fate of Indonesia for an increasingly ragged, without a definitive answer.

» رد

Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

أرشيف الأخبار الدولية

الأخبار الأكثر شعبية

البرامج

    الإعلانات

        Berita Utama