ULK مهتمة بالدكتوراه في العلوم الزراعية جامعة محمدية مالانج ()

Author : Humas | Thursday, February 05, 2015 13:19 WIB

 

KAGUM: Rektor Universitas Lancang Kuning Prof Dr Syafrani, MSi (kanan) didampingi kepala humas UMM, Nasrullah (dua dari kanan) saat melihat cctv yang memantau jalannya perkuliahan di kantor badan kendali mutu akademik (BKMA).(5/1)

KUNJUNGAN rektor beserta jajaran Universitas Lancang Kuning (ULK) Pekanbaru, Riau, ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghasilkan kesepatakan menarik. Rektor ULK, Prof Dr Syafrani, MSi, menyatakan tertarik dengan kerjasama untuk mengirim dosennya studi S3 di Ilmu Pertanian UMM. Hal itu dinyatakannya di depan Pembantu Rektor I UMM, Prof Dr Bambang Widagdo, MM, Kamis (5/2).

      Bambang didampingi dekan FKIP, Dr Ponco Jari Wahyono, MKes, Dekan FPP, Dr. Damat, MP, Kaprodi Bahasa Inggris, Dr Sudiran dan Kahumas, Nasrullah. Sementara selain rektor, rombongan ULK terdiri dari dekan FKIP, Dr Rudolf Hasibuan dan Kapordi Bahasa Inggris Syaifullah.

      Dalam silaturahim yang berlangsung hangat di ruang tamu rektor, Syafrani mengaku tertarik pada UMM setelah mengikuti sebuah acara dengan rektor UMM di Medan beberapa waktu lalu. Menurutnya, UMM patut dicontoh sebagai kampus swasta yang berkembang pesat dan benar-benar menjaga kualitas. “Kami merasa harus benyak belajar dari UMM,” ungkapnya.  

      Di ULK memiliki jurusan Kehutanan tetapi selalu mengalami kesulitan mengirim studi para dosennya untuk S3. “Biasanya mereka studi di bidang studi lingkungan. Oleh karena di UMM memiliki Doktor Ilmu Pertanian, kami tentu sangat tertarik,” lanjut Syafrani.

      Tak hanya itu, ULK juga mempelajari cara UMM memperoleh mitra di luar negeri, melangsungkan penjaminan mutu dan pengelolaan penelitain dan pengabdian. “Kami ingin agar ada dosen native yang bisa mengajar di kampus kami,” ungkap Rudolf ketika mengunjungi kantor International Relations Office (IRO) UMM. Baginya, UMM dianggap sebagai model kampus yang berhasil menarik mahasiswa dan dosen asing.

      PR I menyatakan meski UMM sudah dipandang besar oleh kampus lain, tidak akan pernah berhenti berbenah. Aspek-aspek pembelajaran yang belum terstandar terus ditata sesuai dengan ketentuan pemerintah. “Demikian juga pada pelayanan akademik, kita sudah serba online, sehingga dapat secara cepat diakses oleh mahasiswa dan orang tuanya,” kata Bambang.

      Selain berkunjung ke IRO, rombongan juga meninjau kantor BKMA dan DPPM UMM. (nas) 

 

Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image