مهرجان الليلة السينمائية، عدم وجود اهتمام الحكومة عليها ()

Author : Humas | Friday, March 13, 2015 15:30 WIB
MAFI FEST: Malang Film Festival (MAFI Fest) memasuki tahun ke-11 ajang tahunan yang digelar oleh unit kegitan mahasiswa Kine Club ini berhasil mencuri perhatian para sinema mudah di Indonesia.

AJANG bergengsi sineas muda, Malang Film Festival (MAFI Fest) memasuki tahun ke-11. Ajang tahunan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini bakal memasuki puncak acara 2-4 April 2015 mendatang. Panitia meyakini, Mafi Fest adalah ajang kreativitas film maker yang paling konsisten terselenggara tiap tahun dan menjadi barometer sineas muda Indonesia.

     Tiap tahun, festival ini berhasil menggaet ratusan karya film indie. Tahun ini penerimaan karya ditutup akhir Februari lalu dan panitia memperoleh kiriman lebih dari 200 karya, dua kali lipat dari yang ditargetkan, yakni 100 karya film. Direktur MAFI Fest, Maharina Novia Zahro mengungkapkan hanya 25 film saja yang akan lolos kurasi dan di-screening dalam festival April mendatang.

     Tak hanya jumlah film yang masuk, Maharina juga optimis penonton festival juga akan naik drastis. Jika tahun lalu mencapai 1.100, diperkirakan April nanti akan menyedot 2.000 penonton.

     “Kali ini Mafi Fest hanya akan diselenggarakan selama tiga hari, tapi kami yakin bisa lebih pengunjung akan lebih banyak,” jelasnya.

     MAFI Fest patut berbangga, sebelum Badan Perfilman Nasional diganti dengan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mafi Fest masuk kedalam sepuluh besar festival film nasional terbaik di Indonesia. Walau begitu, Maharina menyayangkan kurangnya perhatian baik dari Pemerintah Kabupaten Malang, Kota Malang, maupun Provinsi Jawa Timur terkait even film mahasiswa terbesar di Indonesia ini.

     Menurut Maharina, tahun lalu Mafi Fest masih sempat dibiayai oleh Pemerintah Provinsi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tahun ini proposal mereka tidak direspon positif. “Nampaknya Pemprov mengadakan sendiri acara sendiri serupa Mafi Fest sehingga tidak membiayai kami,” terang Maharina yang tetap yakin festival ini akan berjalan dengan baik dan lancar berkat bantuan sponsor-sponsor swasta dan dukungan sineas-sineas seluruh Indonesia.

     “Yang spesial di festival ini, seluruh pulau di Indonesia mengirimkan perwakilannya di Mafi Fest ini. Ini menunjukkan jika festival film ini sudah dikenal dan diakui di seluruh Indonesia,” aku Maharina.

     Ia berharap, kedepan baik pemerintah daerah maupun pusat memperhatikan sineas muda berbakat yang ada di seluruh Indonesia.

     “Film-film kita ini berpotensi dapat bersaing dengan film-film luar negeri. Semoga pemerintah juga memperhatikan karya-karya anak bangsa,” tukasnya. (zul/nas)

Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image