قمت رابطة المعلمين والعاملين مرحلة الطفولة اندونيسيا بالندوة في الجامعة ()

Author : Humas | Saturday, March 14, 2015 16:03 WIB
SEMINAR PAUD:Sembilan ribu pendidik anak usia dini se-Indonesia mengikuti seminarnasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2015 di Dome UMM.(14/3) 

UMM Dome, Sabtu (14/3) dipenuhi lebih dari sembilan ribu pendidik anak usia dini se-Indonesia. Mereka menghadiri Seminar Nasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2015 yang digelar oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Jawa Timur.

      Ketua Himpaudi Jawa Timur yang juga dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (PGSD UMM) Dr Siti Fatimah Soenaryo MPd mengatakan, seminar ini membahas berbagai hal terkait Kurikulum PAUD mulai dari substansinya, peninjauan aspek-aspeknya, hingga implementasinya. “Seminar ini bisa menjadi referensi berharga bagi para pendidik usia dini. Kita juga harus sadar bahwa pendidikan usia dini sangat menentukan keberhasilan pendidikan di level selanjutnya,” jelasnya.

      Kepala Kemendikbud Prof Furqon menyampaikan, kurikulum PAUD sangat dinamis untuk mengakomodir anak didik. Menurut Furqon, Kurikulum PAUD penting untuk memastikan anak usia dini dipersiapkan dengan baik. Hal itu guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan nantinya menentukan pembangunan Indonesia.

      Diprediksikan, kata Furqon, ke depannya kebutuhan tenaga terampil akan meningkat pesat. “Karena itu, lewat Kurikulum PAUD harus disiapkan SDM berkualitas,” ujarnya.

      Pada tahap implementasinya, diharapkan tantangan-tantangan saat ini dihadapi PAUD seperti akses, mutu, dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan layak diperhatikan. “Kehadiran bapak dan ibu pendidik anak usia dini yang mewakili berbagai daerah ini pun termasuk prakarsa dalam merespon salah satu tantangan penting, yaitu melengkapi dan mempersiapkan diri untuk memastikan pelayanan PAUD yang berkualitas,” kata Direktur Jenderal PAUD & Pendidikan Masyarakat Taufik Hanafi.

      Di lain pihak, pengurus Himpaudi Cabang Bali yang menjadi peserta seminar, Endah mengatakan, sekembalinya ke Bali nanti kurikulum PAUD ini akan dikembangkan dan disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada di sana. “Salut dengan UMM yang melibatkan mahasiswanya dalam Seminar Nasional sebesar ini,” ungkapnya.

      Di tingkat pelaksanaan, seminar ini memang melibatkan mahasiswa, yaitu perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMJ PGSD) UMM.  “Sebagai mahasiswa PGSD, tentu seminar ini sangat relevan dengan pendidikan kami. Kami jadi tau apa itu kurikulum PAUD dan bagaimana implementasinya,“ ujar Ketua HMJ PGSD Handoko. (dar/han)

Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image