من بالوبو تعلم الإدارة إلى الجامعة ()

Author : Humas | Friday, February 06, 2015 14:59 WIB
BERBAGI PENGALAMAN:Dekan fakultas teknik UMM, Sudarman (kanan) saat berbagi pengalaman tentang perkembangan kampus UMM dengan jajaran rektor Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP),Sulawesi Selatan di ruang rapat pembantu rektor I.(6/1)

Tamu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini (6/2) berasal dari Universitas Cokroaminoto  Palopo (UNCP), Sulawesi Selatan. Rombongan yang terdiri dari rektor, para wakil rektor, dekan dan seluruh kaprodi di lingkungan kampus swasta di Palopo itu diterima di ruang rapat Pembantu Rektor I UMM oleh Pembantu Rektor III UMM, Dr. Diah Karmiati, Psi. 

            Rektor UNCP, Dr. Ir. Suaidi, berharap kunjungan ke UMM bersama seluruh jajaran strukturalnya dapat menumbuhkan inspirasi semangat membangun kampusnya. “Kami sudah sering mendengar nama UMM, di mana-mana dibicarakan, kali ini kami betul-betu menginjakkan kaki di kampus yang snagat besar ini untuk belajar manajemen perguruan tinggi (PT),” kata Suaidi.

            Sebagai kampus yang berada di kota kabupaten yang berjauhan dengan ibukota propinsi, UNCP merupakan kampus yang relatif cepat berkembang. Saat ini kampus ini telah memiliki 11 prodi dan 8 ribu mahasiswa aktif. Semangat studi banding ke UMM antara lain dikuatkan oleh prestasi yang banyak diraih kampus swasta terbesar ini.

            PR III UMM menyatakan berterima kasih kepada pihak UNCP. Baginya setiap kunjungan adalah silaturahim yang dapat menambah kawan untuk maju bersama. UMM, katanya, sangat terbuka bagi siapapun yang memiliki keinginan maju. “Kami juga perlu belajar banyak dari kampus-kampus lain yang memiliki semangat maju,” kata Diah.

            Dalam dialog yang dipandu kepala Humas UMM, Nasrullah, pihak UNCP banyak bertanya mengenai pengelolaan kemahasiswaan, pengelolaan energi kampus, prodi Pertanian, serta program pemagangan. PR III yang didampingi dekan FT UMM, Sudarman, dekan FPP UMM Damat, serta kepala Biro Administrasi Akademik, Dwi Priyo Utomo, membeberkan jika UMM yang ada saat ini bukanlah kampus yang tiba-tiba besar. Dia menyebut saksi sejarah perkembangan awal UMM adalah Sudarman.

            “Pak Darman ini termasuk generasi awal UMM yang menjadi saksi bagaimana dosen-dosen muda waktu itu bekerja tak mengenal waktu. Demikian juga pada generasi pak Damat yang waktu mudanya malu kalau pulang lebih dulu sebelum rektor pulang. Padahal pimpinan waktu itu selalu pulang malam,” kata Diah bercerita.

            Tentang pembinaan kemahasiswaan, Diah menerangkan di UMM telah tersistem dengan baik. Tradisi mahasiswa untuk tetap berprestasi tanpa harus berkonflik dibentuk lewat berbagai kegiatan. “Mulai awal masuk mengikuti Pesmaba, P2KK, Student Day, Rector Cup, hingga pembinaan lingkungan pemukiman mahasiswa kita pantau secara intensif,” terang Diah. Itulah sebabnya jika ada pelanggaran yang dilakukan mahasiswa segera terantisipasi.

            Hal itu menarik bagi UNCP karena banyak kampus di daerah Timur yang terkesan suka ribut. Pembinaan kemahasiswaan dirasa sangat penting sehingga dapat menghindari konflik antar mahasiswa. (nas)

Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image