Mahasiswi UMM Ini Punya Jurus Lobi Jempolan, Berikut Adalah Keberhasilannya . . .

Author : Administrator | Tuesday, August 09, 2016 09:00 WIB | Surya -

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, Salis Fitria. SURYAMALANG.COM - Bagi mahasiswi yang senang berkomunikasi, kemampuan melobi atau melakukan pendekatan terhadap objek benar-benar sebuah ujian. Seperti yang dirasakan Salis Fitria (22).

 

Mahasiswi semester tujuh jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations II di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Kemampuan melobi, benar-benar mempengaruhi dirinya untuk menjalankan tugas mata kuliah Public Relations II, yakni membuat event. Siapa sangka, ia dan timnya Guys Pro penggagas Kampung Warna Jodipan ini berhasil mengangkat nama kampung jodipan.

“Saya menyukai hal-hal di mana saya bisa berkomunikasi dengan orang. Bagaimana berkomunikasi dengan seorang pimpinan perusahaan, berinteraksi dengan masyarakat menjadi ajang pembelajaran secara tidak langsung, untuk saya,” tuturnya, Selasa (9/8/2016).

Baginya berkomunikasi, bisa mengetahui apa yang menjadi masalah, dan ada keinginan untuk menyelesaikannya. Sama ketika halnya, saat mahasiswa asli Pamekasan, Madura ini menemukan fakta negatif mengenai jodipan. Dikatakannya, ada hasrat ingin mengubah hal negatif itu.

“Jodipan itu satu dari kelurahan yang ada di Kota Malang yang teridentifikasi sebagai kelurahan kumuh. Bahkan hampir semua warganya membuang sampah ke sungai karena lokasi TPA yang jauh. Hal ini yang membuat saya memiliki tujuan agar kebiasaan itu hilang. Ya salah satunya dengan berkomunikasi. Lagi-lagi melobi,” imbuh anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Namun, kerap dalam berkomunikasi ia juga mengalami yang namanya perdebatan. Ia sadar dari cara pandang setiap orang yang berbeda beda. Tetapi karena ia mahasiswa komunikasi, ia harus bisa membaca dan melihat untuk menyiasati bagaimana tidak sampai yang namanya, perdebatan yang panjang.

Kemampuannya berkomunikasi ternyata teruji saat ia mengikuti lomba nasional di bidang PR di Universitas Indonesia dan meraih juara VI. Mahasiswi kelahiran 12 Agustus ini juga menggeluti bidang jurnalistik, yakni tergabung dalam organisasi Lembaga Pers Kampus UMM, Bestari, sejak semester 2.

Selain itu, saat liburan, dirinya kerap menjadi seorang shopkeeper di toko milik Ayahnya. Dari sanalah ia belajar menghargai angka uang 100 rupiah.

“Saya bisa mengetahui secara langsung berapa laba yang didapatkan dan berapa banyak tenaga yang saya keluarkan,” pungkas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
من المقطوع: http://suryamalang.tribunnews.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image