Mahasiswa Asing UMM Ikuti Lomba Tarik Tambang

Author : Administrator | Monday, August 17, 2015 23:08 WIB | Malang Post -

MALANG - Perayaan Hari Kemerdekaan tak hanya asyik bagi penduduk Indonesia saja. Namun juga orang asing yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Setidaknya ada lima mahasiswa asing yang menghiasi kerumunan perayaan tujuh belasan di UMM kemarin (17/8/15) di lapangan helipad. Mereka adalah mahasiswa International Relation Office (IRO) yang tengah belajar bahasa indonesia di UMM.
Morgane Hebert, salah satu mahasiswa IRO yang ikut memeriahkan lomba tarik tambang menyatakan ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti kemeriahan perayaan kemerdekaan RI.
"Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti acara seperti ini. Rasanya sangat seru dan lucu sekali," ungkap Morgane kepada Malang Post dalam bahasa inggris selepas mengikuti lomba.
Bahkan, kelompok mahasiswa asing tersebut tampak beberapa kali mengalahkan kelompok mahasiswa lokal dan staff UMM. Morgane menyatakan hal semacam itu tidak bisa ditemui di negara asalnya, Prancis.
"Saya lebih suka perayaan kemerdekaan disini. Rasa kebersamaannya lebih terasa. Semua orang ikut dalam kesenangan merayakan kemerdekaan," imbuhnya.
Tak hanya tarik tambang, Morgane juga tampak antusias mengikuti lomba sepeda lambat serta menyemangati teman lain yang ikut serta dalam lomba makan kerupuk.
Sementara itu, Mohammad Najih, SH, MHum. ketua pelaksana perayaan tujuhbelasan di UMM menyatakan ada tujuh lomba yang diselenggarakan tahun ini.
Mulai dari tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, sepeda lambat, karaoke hingga lari nyuwun tempeh.
"Semuanya untuk warga UMM baik laki-laki maupun perempuan. Tidak hanya staff tapi juga ada mahasiswa. Semuanya punya hak yang sama," terang Najih.
Lomba baru yang dihadirkan yakni makan kerupuk dan balap karung sebagai ganti lomba bakiak yang diadakan tahun sebelumnya.
"Karena lomba bakiak cukup membuat peserta luka-luka, akhirnya kami ganti dengan makan kerupuk dan balap karung,” tambahnya.
Seluruh lomba dilakukan secara bersamaan dalam satu area. Setiap bidang lomba memiliki keseruan tersendiri. Teriakan penyemangat hingga lagu-lagu dangdut yang menjadi penyemangat seluruh lomba tumpah ruah jadi satu di Helipad.
Najih menyatakan, setidaknya ada 70 panitia yang dikerahkan untuk melaksanakan perayaan HUT RI. Banyak pula hadiah khusus bagi para pemenang lomba diantaranya setrika, rice cooker, panci, penggorengan, dispenser, sepatu hingga raket.
”Semua pemenang lomba sudah ada hadiahnya. Jadi tenang saja. Hadiahnya lumayan banyak,” ujar pria yang juga sebagai dosen di Fakultas Hukum UMM tersebut.
Sebelum lomba dimulai, seluruh pimpinan dan jajaran staff UMM  juga menyelenggarakan upacara pengibaran bendera seperti biasanya. Hadir pula para mahasiswa penerima beasiswa, mahasiswa aktivis dan mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Dalam upacara tersebut, Rektor UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP., menyerukan agar seluruh elemen kampus menjalankan tugas dengan semangat empat lima sehingga selalu semangat bekerja dan berbakti pada kampus.
”Semangat kemerdekaan harus tetap dijunjung oleh seluruh elemen kampus dengan cara  terus bergerak, melangkah lebih maju dari yang lain. Selalu mempertahankan prestasi yang telah dicapai selama ini dan jangan sampai berhenti. Karena kalau sampai berhenti, akan dikejar oleh yang lain,” urai Muhadjir didepan seluruh peserta upacara. 
Selaku inspektur upacara menegaskan pentingnya peran seabad lebih Muhammadiyah bagi bangsa.
      “Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran Muhammadiyah. Secara usia, Muhammadiyah berdiri jauh lebih dulu dibandingkan Indonesia. Bisa dikatakan, Indonesia banyak belajar dari Muhammadiyah. Jangan heran kalau para tokoh, perintis, dan pendiri bangsa Indonesia banyak dari kalangan Muhammadiyah,” ujar Muhadjir.
      “Bung Karno misalnya, adalah tokoh yang lahir dari keluarga besar Muhammadiyah. Begitu pula Jenderal Sudirman, pahlawan gerilya ini adalah pendiri Hisbul Wathan, cikal bakal Pramuka Indonesia,” beber Muhadjir menyebut beberapa pahlawan Indonesia.
      Dalam pidatonya, Muhadjir juga menegaskan peran Muhammadiyah sebagai motor penggerak perubahan Indonesia berkemajuan. 
“Jadi bukan hanya maju saja, tetapi berkemajuan. Ini artinya Indonesia harus selalu mengalami kemajuan. Saya kira kita sangat bisa berperan dengan turut mengabdi pada pendidikan, melalui Muhammadiyah, melalui kampus ini,” tuturnya.
      Muktamar Muhammadiyah yang digelar awal Agustus lalu, kata Muhadjir, juga merupakan salah satu indikator penting peran Muhammadiyah dalam upaya membangun Indonesia berkemajuan. (nas/oci)

من المقطوع: http://www.malang-post.com/pendidikan/106125-mahasiswa-asing-umm-ikuti-lomba-tarik-tambang
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image